Pidato di Pengajian Tafsir Al Qur'an di Solo, Prabowo: Saya Grogi

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden Prabowo Subianto menaiki ojek motor saat menghadiri acara kopi darat pengemudi ojek online di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Ahad, 16 Desember 2018. Istimewa.

    Calon presiden Prabowo Subianto menaiki ojek motor saat menghadiri acara kopi darat pengemudi ojek online di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Ahad, 16 Desember 2018. Istimewa.

    TEMPO.CO, Solo - Calon Presiden Prabowo Subianto menghadiri pengajian rutin Ahad Pagi di gedung Majelis Tafsir Al Qur'an (MTA) Solo, Ahad 23 Desember 2018. Prabowo yang diminta berbicara di hadapan ribuan jamaah mengaku grogi.

    "Saya malah jadi grogi," kata Prabowo di atas mimbar. Alasannya ilmu agamanya belum cukup baik untuk berbicara di hadapan ribuan jemaah yang datang.

    Baca: Dahnil Anzar Beberkan Empat Poin Pertemuan ...

    Selama ini pengajian di MTA memang selalu dihadiri oleh jamaah dari berbagai daerah. Mereka memenuhi gedung lima lantai itu, bahkan hingga meluber di jalanan.

    Dalam acara itu Prabowo hanya berpidato selama lebih kurang 20 menit. "Untung waktunya sudah mepet adzan Dzuhur, jadi saya tidak perlu bicara panjang," kata dia.

    Baca: Pengamat Sebut Pertemuan dengan SBY Kerek ...

    Prabowo mengatakan bahwa kedatangannya dalam acara pengajian itu dalam kapasitasnya sebagai pribadi, bukan sebagai calon presiden (capres). Dia hanya menyampaikan beberapa hal tentang ekonomi, terutama mengenai sumber daya alam Indonesia yang disebutnya dalam penguasaan asing.

    Sedangkan pimpinan Majelis Tafsir Al Qur'an Ahmad Sukina mengatakan kehadiran Prabowo merupakan kesempatan bagi jamaahnya untuk semakin mengenal para calon presiden. "Mungkin kalau selama ini hanya tahu melalui televisi, sekarang bisa melihat langsung," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Undang-Undang Pemberantasan Terorisme Berlaku, 375 Ditangkap

    Sejak pemberlakuan Undang-Undang Pemberantasan Terorisme yang baru pada Mei 2018, kepolisian menangkap ratusan orang yang diduga terlibat terorisme.