Tsunami Selat Sunda, Warga Lampung Mengungsi ke Kantor Gubernur

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penduduk mengungsi ke Masjid Jami Al-Mu'min di Kampung Laba, Kecamatan Labuan, Pandeglang, Banten, Sabtu malam, 22 Desember 2018. Ribuan warga di sepanjang pesisir Barat Banten mulai Anyer, Carita, Labuan, Sumur hingga Tanjung Lesung diperintahkan aparat setempat untuk mengungsi ke tempat tinggi setelah BMKG merilis peringatan bahaya gelombang tinggi di Selat Sunda akibat pasang laut bulan purnama dan letusan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. ANTARA

    Sejumlah penduduk mengungsi ke Masjid Jami Al-Mu'min di Kampung Laba, Kecamatan Labuan, Pandeglang, Banten, Sabtu malam, 22 Desember 2018. Ribuan warga di sepanjang pesisir Barat Banten mulai Anyer, Carita, Labuan, Sumur hingga Tanjung Lesung diperintahkan aparat setempat untuk mengungsi ke tempat tinggi setelah BMKG merilis peringatan bahaya gelombang tinggi di Selat Sunda akibat pasang laut bulan purnama dan letusan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. ANTARA

    TEMPO.CO, Bandarlampung - Warga pesisir pantai Kota Bandarlampung berbondong-bondong menuju lokasi pengungsian di kantor Gubernur Lampung pada Ahad pagi, 23 Desember 2018 pascaterjadinya tsunami Selat Sunda semalam.

    Berdasarkan pantauan Antara, warga masih terus berdatangan. Mereka tampak membawa barang-barang kebutuhannya seperti kasur, selimut, bantal dan pakaian ganti selama berada di posko pengungsian.

    Baca: Korban Tewas Tsunami Selat Sunda Bertambah Jadi 43 Orang

    Sekretaris Daerah Lampung, Hamartoni Ahadis meminta masyarakat tetap waspada. Masyarakat juga diminta jangan mudah percaya atas isu-isu yang menyebutkan akan adanya tsunami di daerah pesisir pantai. "Jangan mudah terpercaya bila ada yang mengatakan tsunami akan terjadi. Tetapi harus tetap waspada dan berhati-hati bila terjadi gelombang tinggi susulan," ujarnya.

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat ada tujuh orang warga Lampung yang meninggal dan 89 luka-luka. Lampung menjadi salah satu daerah terdampak oleh tsunami Selat Sunda yang terjadi Sabtu malam sekitar pukul 21.27 WIB.

    Baca: Tsunami Selat Sunda, BMKG Sarankan Warga Tak Dekati Pantai

    Kepala BPBD Lampung Selatan I Ketut Sukerta mengatakan dampak terparah terjadi di empat kecamatan Lampung Selatan, yakni Kalianda, Rajabasa, Sidomulyo dan Katibung. Saat ini, pihaknya masih melakukan pendataan terhadap korban.

    Ia menjelaskan BPBD Lampung Selatan, sejak tadi malam hingga sekarang terus mencari dan mengevakusi korban. "Fokus kita diempat kecamatan tersebut," kata dia.

    Baca: Tak Ada Peringatan Dini Tsunami Selat Sunda, Begini Kata BMKG

    Selain di Lampung, BNPB mencatat korban tewas ada di Kabupaten Pandeglang sebanyak 33 orang dan Kabupaten Serang sebanyak 3 orang. Tsunami Selat Sunda juga menyebabkan sebanyak 584 orang luka-luka dan dua orang hilang.

    BNPB menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar pantai saat ini. BMKG dan Badan Geologi masih melakukan kajian untuk memastikan penyebab tsunami Selat Sunda dan kemungkinan susulannya.

    Tonton video tsunami terjang Selat Sunda, 40 orang meninggal dunia disini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.