BMKG: Yang Terjadi di Pantai Anyer Bukan Tsunami

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wisatawan bermain di pantai Anyer saat menikmati liburan Natal di Banten, 25 Desember 2015. Libur Natal dan Tahun Baru, Pantai Anyer dan Carita dipadati wisatawan yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga. TEMPO/Fajar Januarta

    Sejumlah wisatawan bermain di pantai Anyer saat menikmati liburan Natal di Banten, 25 Desember 2015. Libur Natal dan Tahun Baru, Pantai Anyer dan Carita dipadati wisatawan yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG membantah adanya tsunami di wilayah Pantai Anyer, Banten, Sabtu malam ini, 22 Desember 2018. Berdasarkan akun media sosial Twitter resmi @infoBMKG, mereka tidak mencatat adanya aktivitas gempa yang menyebabkan tsunami di wilayah tersebut.

    “Yang terjadi di Anyer dan sekitarnya bukan tsunami, melainkan gelombang air laut pasang,” tulis cuitan di akun @infoBMKG.

    Baca juga: Soal Tsunami Bisa Dipicu Gunung Api, Ini Penjelasan PVMBG

    Menurut mereka, gelombang air laut pasang yang tinggi itu diakibatkan fenomena bulan purnama malam ini. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho ketika Tempo konfirmasi menyatakan hal yang senada.

    “Tidak ada tsunami. Tidak ada,” ujar dia lewat sambungan telefon.

    Sutopo belum dapat menjelaskan secara detil fenomena yang terjadi di Pantai Anyer malam ini. Ia mengatakan akan mengeluarkan rilis resmi untuk menjelaskan hal tersebut.

    Sebelumnya beredar kabar bahwa terjadi tsunami di Anyer, Banten, Sabtu malam ini. Sebuah media online menyebut tsunami itu mengakibatkan beberapa hotel roboh. Beredar juga di grup aplikasi percakapan WhatsApp foto-foto masyarakat di wilayah Anyer mulai mengungsi.

    Baca juga: Tidak Ada Gempa Tektonik, Apa Penyebab Tsunami Anyer?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peluru Tajam di Malam Jahanam Kerusuhan 22 Mei 2019

    Dalam kerusuhan 22 Mei 2019, empat orang tewas dengan luka mirip bekas tembakan. Seseorang diduga tertembak peluru tajam.