Kubu Prabowo: Tim Jokowi Serang Personal Prabowo Karena Panik

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden Prabowo Subianto (kiri) saat menerima Rahman, relawan yang berjalan kaki dari Tegal di Kantor BPN Prabowo-Sandi Kertanegara, Jakarta, Kamis, 20 Desember 2018. Rahman mengaku memulai perjalanannya sejak 2 Juli 2018 sampai akhirnya bertemu dengan Prabowo hari ini. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Calon Presiden Prabowo Subianto (kiri) saat menerima Rahman, relawan yang berjalan kaki dari Tegal di Kantor BPN Prabowo-Sandi Kertanegara, Jakarta, Kamis, 20 Desember 2018. Rahman mengaku memulai perjalanannya sejak 2 Juli 2018 sampai akhirnya bertemu dengan Prabowo hari ini. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade, menyebut lawan mereka dalam Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019 menerapkan strategi yang menyerang pribadi Prabowo. Menurut Andre, hal ini dilakukan karena kubu Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin panik akibat elektabilitas Prabowo - Sandiaga terus naik.

    Baca: Kubu Prabowo Sebut Inkumben Panik Karena Elektabilitas Tersalip

    "Pihak sebelah ini panik, survei di bawah 50 persen. Pak Prabowo di atas 40 persen. Jadi segala cara dilakukan untuk mendiskreditkan dan menyerang personal Pak Prabowo," kata Andre kepada wartawan, di kediaman Susilo Bambang Yudhoyono, Jalan Mega Kuningan VII, Jakarta Selatan, Jumat 21 Desember 2018.

    Menurut Andre, belakangan banyak beredar isu-isu yang menyerang Prabowo secara personal. Kubu inkumben dituding Andre sebagai penyebar isu-isu ini. Salah satu yang disebut adalah beredarnya gambar surat Dewan Kehormatan Perwira bernomor KEP/03/VIII/1998/DKP yang berisi rekomendasi pemecatan Letnan Jenderal Prabowo Subianto dari Tentara Nasional Indonesia. Andre menampik kebenaran kabar itu.

    Serangan lainnya, kata Andre, adalah tulisan Usamah Hisyam, yang mengaku sebagai mantan Anggota Dewan Penasihat Persaudaraan Alumni atau PA 212 di sebuah situs yang memuat artikel yang bertema keislaman. Dalam tulisan ini Usamah menceritakan soal Prabowo yang menggebrak meja di depan para ulama dalam sebuah pertemuan, satu pekan sebelum Ijtima Ulama jilid 1.

    "Surveinya hanya terpaut sedikit. Muncul kepanikan dari kubu mereka," ucap Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra ini.

    Koordinator Juru bicara BPN, Dahnil Anzar, mengatakan berdasarkan survei internal Koalisi Indonesia Adil Makmur, saat ini elektabilitas kedua pasangan hanya terpaut empat persen. Dahnil pun mengatakan terjadi gelombang massa pendukung ganti presiden. Tak tanggung ia mengklaim sudah ada kenaikan 15 persen akibat adanya gelombang ini.

    Baca: Usai Bertemu Prabowo, SBY: Kami Jangan Diganggu

    "Saat ini elektabilitas Prabowo - Sandiaga sudah hampir mencapai 45 persen," kata Dahnil. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.