Ajak Pilih Prabowo, Djoko Santoso: Salah Presiden Bisa Punah

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Djoko Santoso, dalam acara Ngobrol Bareng Bersama Joksan di Kopi Bos, Jalan Asem Baris, Tebet, Jakarta Selatan. Kamis, 20 Desember 2018. TEMPO/Fikri Arigi.

    Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Djoko Santoso, dalam acara Ngobrol Bareng Bersama Joksan di Kopi Bos, Jalan Asem Baris, Tebet, Jakarta Selatan. Kamis, 20 Desember 2018. TEMPO/Fikri Arigi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Djoko Santoso, sepakat dengan pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo bahwa Indonesia dapat punah. Untuk menghindarinya, kata Djoko, Indonesia perlu berubah.

    Baca: Pidato Lengkap Prabowo Soal Indonesia Punah Jika Kalah Pilpres

    "Ada satu organisasi mengadakan simposium, dikatakan bangsa Indonesia harus bangkit bergerak dan berubah atau akan punah," kata Djoko di Kopi Bos, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis 20 Desember 2018.

    Djoko sedikit bercerita soal sejarah bangsa-bangsa nusantara yang menunjukkan tren tidak berumur panjang. Kerajaan Sriwijaya, kata dia, hanya bertahan selama 300 tahun, selanjutnya Demak hanya bertahan puluhan tahun. Untuk menghindari itu, Djoko mengatakan masyarakat Indonesia harus lebih kritis menanggapi ancaman-ancaman negara.

    Selain itu Djoko pun menuturkan soal patologi negara. Djoko mengibaratkan negara bak manusia yang rentan terkena penyakit pada usia 80 atau 90. Ia mengatakan manusia biasa terkena serangan jantung, atau hati pada usia tadi. Pun dengan negara. Uni Soviet, dan Yugoslavia disebut Djoko sebagai contoh negara yang kini runtuh.

    Pada penghujung abad 20, dunia mengalami globalisasi dan perubahan iklim. Dampak dari yang pertama disebutkan tadi, bisa mendatangkan hal negatif seperti narkoba. Djoko menuturkan Narkoba bisa datang sekaligus dalam satuan ton, bukan lagi kilogram. Selain itu ada juga masalah kesenjangan sosial, yang menurutnya kian parah. "Maka ini semua jadi ancaman kita yang sudah membahayakan bangsa," ucap dia.

    Djoko menambahkan, dirinya mempersilakan masyarakat untuk bebas memilih siapapun presiden. Ia mengatakan Indonesia sudah menganut demokrasi, dengan acuan Undang-Undang Pemilu. Kedua pihak, inkumben dan oposisi menurut Djoko juga sudah sepakat untuk menjalankan pemilu damai yang disaksikan bersama, beberapa waktu lalu di Monumen Nasional.

    Simak: Wiranto Heran Prabowo Sebut Indonesia Bisa Punah

    Meski demikian, Djoko mengatakan Prabowo Subianto merupakan Calon Presiden yang jujur dan bersih. Memilih selain Prabowo, berarti mempercepat kepunahan itu "Pilpres bukan segalanya, tapi salah milih presiden mempercepat itu," kata Djoko.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.