Sultan HB X Minta Maaf Atas Kasus Pemotongan Nisan Tanda Salib

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan HB X menyampaikan sambutan pada pembukaan Simposium Fishcrime kedua di Gedung Kesenian, Komplek Gedung Agung, Yogyakarta, 10 Oktober 2016. Ini merupakan penyelenggaraan tahun kedua Simposium Fishcrime setelah sebelumnya diselenggarakan di Capetown, Afrika Selatan. TEMPO/Pius Erlangga

TEMPO.CO, Yogyakarta - Raja Keraton sekaligus Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X secara khusus menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya pemotongan nisan tanda salib di Kotagede, Yogya, Senin, 17 Desember 2018.

Baca: Heboh Nisan Tanda Salib Dipotong di Yogya, Begini Kronologinya

"Saya selaku pimpinan wilayah, memohon maaf kepada Bu Slamet dan seluruh keluarga, juga kevikepan DIY serta pihak Paroki Gereja Kotagede yang terganggu atas peristiwa itu,” ujar Sultan dengan suara bergetar di Balaikota Yogya Kamis 20 Desember 2018.

Nisan salib makam warga Katolik, Albertus Slamet Sugihardi yang berada di komplek pemakaman umum Jambon Kotagede dipotong bagian atasnya setelah muncul desakan warga kampung. Alasannya warga hendak menjadikan komplek itu jadi pemakaman muslim dan bisa memicu konflik pada warga yang mayoritas muslim.

Sultan menegaskan Yogya masih menjadi kota yang penuh dengan toleransi. Menurut dia, dalam kasus pemotongan tanda salib itu, sudah ada kesepakatan sosial antar-warga di tataran bawah untuk menjaga kerukunan. Namun, ia melanjutkan, caranya tidak sesuai dengan konstitusi.

Baca: Pemotongan Tanda Salib Dianggap Indikasikan Pelemahan Toleransi

"Kami memahami dan mengerti aturan konstitusi dan perundangan. Namun, belum tentu masyarakat paham. Mungkin cari praktisnya, dasarnya kebersamaan untuk mencari solusi agar tak muncul gejolak," ujarnya.

Ia menuturkan, dari informasi yang diterima, warga kampung saat itu juga ikut membantu keluarga dalam mengurus pemakaman jenazah. Pemotongan tanda salib itu dilakukan setelah ada kesepakatan warga dan keluarga almarhum demi menjaga kerukunan.

"Warga saat itu mungkin hanya mengambil sisi praktisnya saja, padahal ada acuan kontitusi menyangkut simbol keagamaan. Ini yang tidak diperhatikan," kata Sultan.

Peristiwa pemotongan tanda salib ini lantas menjadi viral. Kejadian tersebut dikaitkan dengan intoleransi. "Saat peristiwa itu menjadi viral, itu sisi asin atau manisnya jadi dilebih-lebihkan,” ujarnya.

Baca: Soal Pemotongan Salib, Sultan HB X Bantah Yogyakarta Tak Toleran

Menurut Sultan, kejadian itu menjadi pelajaran, terutama menyangkut nilai-nilai keagamaan di masyarakat yang sudah dijamin konstitusi. Ke depan, kesepakata-kesepakatan dalam upaya menjaga toleransi harus mengutamakan ketentutan kontitusi.

Sehingga ketika terjadi kesepakatan-kesepakatan dalam upaya menjaga toleransi juga mengedepankan soal ketentuan dalam konstitusi itu.






Ada 134 Tradisi Yogyakarta Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

1 hari lalu

Ada 134 Tradisi Yogyakarta Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Menurut Sultan HB X, cukup sulit mengumpulkan data-data pendukung produk budaya yang akan didaftarkan sertifikat warisan budaya tak benda.


Kisah Tari Beksan Punggawa Keraton yang Sambut Delegasi G20 di Yogyakarta

2 hari lalu

Kisah Tari Beksan Punggawa Keraton yang Sambut Delegasi G20 di Yogyakarta

Dari perhelatan G20 Sherpa Meeting di Yogyakarta itu, para delegasi mendapatkan berbagai inspirasi untuk menyongsong penyelenggaraan KTT G20.


Alasan Sultan HB X Ingin Penanaman Kopi Gencar di Lereng Merapi

3 hari lalu

Alasan Sultan HB X Ingin Penanaman Kopi Gencar di Lereng Merapi

Sultan Hamengku Buwono X menuturkan ada beberapa faktor positif jika aktivitas menanam kopi di lereng Merapi jadi prioritas.


Viral Nisan Makam di Depok Rusak, Pengurus TPU: Mungkin Orang Nggak Sengaja Buang Puing

11 hari lalu

Viral Nisan Makam di Depok Rusak, Pengurus TPU: Mungkin Orang Nggak Sengaja Buang Puing

Pengurus TPU Kamboja Depok siap bertanggungjawab atas kerusakan pada nisan makam, jika keluarga mendatanginya.


Resmikan Grha Padmanaba, Sultan HB X: Modernisasi Harus Jaga Cagar Budaya

12 hari lalu

Resmikan Grha Padmanaba, Sultan HB X: Modernisasi Harus Jaga Cagar Budaya

Pemerintah Yogyakarta saat ini tengah gencar menyerukan agar berbagai cagar budaya yang sudah ditetapkan tidak dirusak dengan bangunan-bangunan baru.


Pemda Yogya Ambil Aset Malioboro Mall dan Hotel Ibis, Sultan HB X Bantah PHK Karyawan

16 hari lalu

Pemda Yogya Ambil Aset Malioboro Mall dan Hotel Ibis, Sultan HB X Bantah PHK Karyawan

Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan HB X mnjelaskan duduk perkara serah terima aset Malioboro Mall dan Hotel Ibis ke Pemda DIY.


Sapa Aruh, Sultan Hamengku Buwono X Beberkan Konsep Pengembangan Wisata Lewat Dana Keistimewaan

29 hari lalu

Sapa Aruh, Sultan Hamengku Buwono X Beberkan Konsep Pengembangan Wisata Lewat Dana Keistimewaan

Sultan HB X mengisyaratkan pemakaian Dana Keistimewaan yang bersumber dari APBN salah satunya bisa untuk membantu pengembangan wisata suatu daerah.


Harga BBM Bersubsidi Bakal Naik, Pertamina Lakukan Ini di Jogja

29 hari lalu

Harga BBM Bersubsidi Bakal Naik, Pertamina Lakukan Ini di Jogja

Setelah bertemu Sultan HB X Pertamina Jateng mengungkap metode distribusi BBM dan gas, bukannya kapan kenaikan harga BBM bersubsidi.


Konser Kamardikan Digelar, Saat Masyarakat Bisa Kembali Kunjungi Agenda Keraton Yogyakarta

30 hari lalu

Konser Kamardikan Digelar, Saat Masyarakat Bisa Kembali Kunjungi Agenda Keraton Yogyakarta

Sebanyak 750 pengunjung dihibur dengan penampilan apik konser yang diinisiasi divisi kesenian atau Kawedanan Kridhomardowo Keraton Yogyakarta itu.


Keraton Yogyakarta Kini Miliki Lembaga Sertifikasi Profesi Pariwisata dan Seni Budaya

31 hari lalu

Keraton Yogyakarta Kini Miliki Lembaga Sertifikasi Profesi Pariwisata dan Seni Budaya

Lembaga sertifikasi profesi Keraton Yogyakarta ini tidak hanya untuk abdi dalem Keraton saja, namun juga bisa dimanfaatkan masyarakat luas.