Di Palu,16 Orang Meninggal karena Konsumsi Miras Berlebihan

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polsek Palmerah melakukan pemusnahan minuman keras dan narkotika jenis shabu-shabu, ganja, dan pil ektasi di Palmerah, Jakarta Barat, 14 Mei 2018. Miras dan narkotika tersebut adalah hasil razia cipta kondisi menjelang bulan suci Ramadan 2018. TEMPO/Subekti.

    Polsek Palmerah melakukan pemusnahan minuman keras dan narkotika jenis shabu-shabu, ganja, dan pil ektasi di Palmerah, Jakarta Barat, 14 Mei 2018. Miras dan narkotika tersebut adalah hasil razia cipta kondisi menjelang bulan suci Ramadan 2018. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 16 orang meninggal karena berlebihan mengonsumsi minuman keras di Palu. Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Tengah AKBP Hery Murwono mengatakan, para korban berangsur datang ke Rumah Sakit Undata, Palu, Sulawesi Tengah sejak Ahad, 16 Desember 2018.

    Baca: Empat Warga Tertimbun Longsor di Pacitan Ditemukan Meninggal

    "Dari kejadian tersebut 16 orang meninggal dunia akibat konsumsi minuman keras secara berlebihan," kata Hery saat dihubungi, Rabu malam, 19 Desember 2018.

    Hery menuturkan, polisi mengumpulkan informasi alias pulbaket dari Rumah Sakit Undata pada Selasa, 18 Desember 2018 sekitar pukul 08.00 WITA. Dari operasi itu, 15 orang berobat ke Rumah Sakit Undata dan merasakan sakit di bagian perut.

    Baca: Banjir dan Longsor Terjang Pacitan, Satu Keluarga Meninggal Tertimbun

    Polisi memperoleh informasi dari Rumah Sakit Madani Palu bahwa tiga pasien juga mengeluhkan kondisi serupa. Artinya, total ada 18 orang mengonsumsi minuman keras berlebihan. "Dua orang masih dirawat," ujar Hery.

    Sembilan orang meninggal dunia berasal dari Palu Utara adalah Abd. Rifai, Elman, Rusman, Labemba, Ardiansyah, Udin, Suarmin, Riadin, dan Ludin. Dari Palu Timur, menurut Hery, ada enam korban jiwa yaitu Dance, Tius, Samrizal, Fikrianto, dan Kadir. Satu orang lagi dari Palu Selatan bernama Febrianus.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.