Menjelang Natal, Polri Tangkap 21 Orang Terduga Teroris

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Tito Karnavian. TEMPO/Subekti

    Kapolri Jenderal Tito Karnavian. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian mengatakan polisi telah menangkap 21 orang terduga teroris dalam satu bulan ini. Hal tersebut merupakan tindakan dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru 2019.

    Tito mengatakan sejak aksi teror di Surabaya tahun ini, polisi telah melakukan penangkapan 372 orang terduga teroris. "Khusus Natal dan Tahun Baru 2019 ini, kami sudah menangkap 21 orang di tujuh wilayah," kata Tito di kantornya, Jakarta, Rabu, 19 Desember 2018.

    Baca: Polri Kirimkan 378 Personel ke Afrika untuk Misi Perdamaian PBB

    Menurut Tito, penangkapan 21 orang tersebut tidak berkaitan langsung dengan ancaman Natal dan Tahun Baru. Namun, kata dia, penangkapan itu merupakan langkah proaktif karena polisi menganggap ada potensi aksi terorisme.

    Hal itu, kata Tito, juga untuk menjamin agar masyarakat yakin, serangan teror tidak ada. "Sambil kami terus lakukan semua tim bergerak silent monitoring, deteksi, apakah ada kemungkinan ancaman sambil kami melakukan pengamanan dengan melibatkan Polri, TNI, pemuda gereja maupun ormas yang secara volunteer. Ada Banser, Anshor juga membantu," ujarnya.

    Menurut Tito, meski tidak ada rencana serangan teror pada Natal dan tahun baru, tapi polisi terus memonitor.

    Baca: Polri Prioritaskan 13 Polda dalam Pengamanan Natal dan Tahun Baru

    Tito mengatakan 21 orang yang ditangkap itu tersebar di sejumlah wilayah. Ia merinci di wilayah Sumatera Utara enam orang, Sulawesi Tengah empat orang, Jawa Barat tiga orang, Sulawesi Selatan tiga orang, Daerah Istimewa Yogyakarta dua orang, Jambi satu orang.

    "Ada juga kembali dari Suriah kami sebut returning. Tidak hanya mereka teroris, tapi kadang yang pulang mereka dibohongi di sana enak ternyata tidak enak. Itu ada dua total 21 orang, tapi monitoring terus menerus," kata Tito.

    Menurut Tito, prioritas kepolisian menangani masalah kejahatan konvensional, seperti copet, jambret, tukang gendam, hipnotis, calo, dan premanisme di ruang publik seperti kendaraan publik, stasiun kereta api, bandara, dan terminal. "Saya sudah perintahkan kepada seluruh kapolda dan kapolres laksanakan bersihkan sehingga masy nyaman masuk tempat publik," ujar dia.

    Baca: Polri Tetapkan 170 dari 200 Terduga Teroris Sebagai Tersangka


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.