Soal Indonesia Punah, Mendagri Minta Pemimpin Tak Membuat Pesimis

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mendagri Tjahjo Kumolo bersama Gubernur dan Wagub Kalimantan Timur, Isran Noor - Hadi Mulyadi, serta Gubernur dan Wagub Sumatera Selatan, Herman Deru - Mawardi Yahya, berpose sebelum bertemu dengan pimpinan KPK di gedung KPK, Jakarta, Senin, 1 Oktober 2018. TEMPO/Imam Sukamto

    Mendagri Tjahjo Kumolo bersama Gubernur dan Wagub Kalimantan Timur, Isran Noor - Hadi Mulyadi, serta Gubernur dan Wagub Sumatera Selatan, Herman Deru - Mawardi Yahya, berpose sebelum bertemu dengan pimpinan KPK di gedung KPK, Jakarta, Senin, 1 Oktober 2018. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Dalam Negeri atau Mendagri Tjahjo Kumolo mengatakan seorang calon pemimpin tak seharusnya membuat masyarakat pesimistis. Hal itu ia sampaikan saat menanggapi pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang mengatakan Indonesia bisa punah jika ia gagal dalam pemilihan presiden 2019.

    Baca: Anies Baswedan Datangi Acara Gerindra, Mendagri: Sudah Izin

    Tjahjo mengatakan, calon pemimpin harus menghargai kerja para pahlawan yang berjuang memerdekakan Indonesia. Dia menuturkan, tak terhitung banyaknya jiwa yang gugur demi mencapai tujuan tersebut dan menjaganya.

    "Siapapun yang menjadi pemimpin, ya, harus mengembangkan potensi bangsa sebagai bangsa yang besar. Jangan membuat pesimis," kata dia di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu, 19 Desember 2018. Pemimpin juga harus berbuat untuk kemaslahatan rakyat, daerah, dan bangsanya.

    Baca: Mendagri: Anies Baswedan Sudah Izin Hadiri Acara Prabowo - Sandi

    Prabowo sebelumnya menyebut Indonesia bisa punah jika dirinya dan calon wakil presidennya, Sandiaga Uno, tak terpilih di pemilihan presiden 2019. Pernyataan itu dia sampaikan saat berpidato dalam acara Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul International Convention Center, Bogor, Senin, 17 Desember 2018.

    Prabowo mengaku merasakan ada getaran besar dari masyarakat terhadap perubahan dan perbaikan. Rakyat, kata dia, menginginkan pemerintah yang bersih dari korupsi. Namun elite Indonesia dinilai selalu mengecewakan dan gagal menjalankan amanah rakyat. "Karena itu kita tidak bisa kalah. Kita tidak boleh kalah. Kalau kita kalah, negara ini bisa punah," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?