Anies Baswedan Datangi Acara Gerindra, Mendagri: Sudah Izin

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerima penghargaan Reksa Bahasa karena pakai Jak Lingko dan Moda Raya Terpadu, Senin, 10 Desember 2018. TEMPO/Lani Diana

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerima penghargaan Reksa Bahasa karena pakai Jak Lingko dan Moda Raya Terpadu, Senin, 10 Desember 2018. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyatakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak akan dihukum karena menghadiri acara Konferensi Nasional Partai Gerindra. Anies disebut sudah mengikuti aturan.

    Tjahjo mengatakan, Anies sudah meminta izin untuk menghadiri acara tersebut. "Sudah clear kok itu. Beliau sudah mengikuti aturan," kata dia di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu, 19 Desember 2018.

    Baca: Dilaporkan ke Bawaslu, Anies: Setiap Warga Negara Boleh Lapor

    Berdasarkan aturan, setiap kepala daerah yang menghadiri acara partai politik, tim sukses dari capres dan cawapres tertentu, dan calon anggota DPR dan DPRD harus mengajukan izin. Kecuali saat libur pada Sabtu dan Minggu, kepala daerah tak perlu meminta izin.

    Anies Baswedan sebelumnya menghadiri kegiatan Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul International Convention Center, Bogor, Senin, 17 Desember 2018. Dalam acara yang dihadiri juga oleh capres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu, Anies ikut memberikan sambutannya.

    Belakangan Anies dilaporkan ke Bawaslu karena mengacungkan dua jarinya di saat hendak memberikan sambutan di acara tersebut. Gayanya identik dengan nomor urut Prabowo-Sandiaga, yaitu 02.

    Baca: Anies Salam Dua Jari, Gerindra: Tegur Juga Kepala Daerah Jokowi

    Garda Nasional untuk Rakyat yang melaporkan gestur Anies itu kepada Bawaslu. Juru Bicara GNR, Agung Wibowo, mengatakan Anies diduga melanggar aturan kampanye pejabat negara karena menghadiri acara tersebut di hari kerjanya.

    Terkait dengan acungan dua jari yang dilakukan Anies, Tjahjo mengatakan masih menunggu keputusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk bersikap. "Kami menunggu dulu dari Bawaslu," ujarnya.

    Sementara itu, Anies Baswedan enggan berkomentar mengenai pelaporan tersebut. Dia juga tak mau menjelaskan saat ditanya soal maksud gerakan dua jari tersebut. "No comment," ujarnya.

    Baca: Kata Bawaslu soal Salam Dua Jari Anies Baswedan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.