KPK Sebut ada 178 Penyidikan sepanjang 2018

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK Agus Raharjo, memberikan keterangan kepada awak media, di gedung KPK, Jakarta, Senin, 17 Desember 2018.  KPK meningkatkan status penanganan perkara dugaan korupsi pada sejumlah proyek pembangunan infrastruktur yang dikerjakan PT Waskita Karya ke tahap penyidikan sekaligus menetapkan dua tersangka yakni Kepala Divisi II PT Waskita Karya periode 2011-2013 Fathor Rachman dan Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya periode 2010-2014 Yuly Ariandi Siregar. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua KPK Agus Raharjo, memberikan keterangan kepada awak media, di gedung KPK, Jakarta, Senin, 17 Desember 2018. KPK meningkatkan status penanganan perkara dugaan korupsi pada sejumlah proyek pembangunan infrastruktur yang dikerjakan PT Waskita Karya ke tahap penyidikan sekaligus menetapkan dua tersangka yakni Kepala Divisi II PT Waskita Karya periode 2011-2013 Fathor Rachman dan Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya periode 2010-2014 Yuly Ariandi Siregar. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan 157 kegiatan penyelidikan, 178 penyidikan, dan 128 kegiatan penuntutan selama 2018. Sebanyak 28 perkaranya dari operasi tangkap tangan.

    Baca: Menpora Imam Nahrawi Sebut Satu Pejabatnya Terjerat OTT KPK

    "Diantara kasus-kasus yang ditangani tersebut, terdapat 28 kasus yang merupakan hasil tangkap tangan," kata Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang dalam laporan Kinerja KPK tahun 2018 di kantornya, Rabu 19 Desember 2018.

    Saut mengatakan bila dilihat dari jenis perkara, tindak pidana korupsi yang paling banyak terjadi adalah penyuapan dengan 152 perkara. Kemudian, pengadaan barang dan jasa sebanyak 17 perkara, serta Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sebanyak 6 perkara.

    Sementara itu, kata Saut data penanganan perkara berdasarkan tingkat jabatan, 91 perkara yang melibatkan anggota DPR dan DPRD, 50 perkara melibatkan swasta, serta 28 perkara melibatkan kepala daerah 29 kepala daerah aktif, dan 2 mantan kepala daerah. Dan 20 perkara lainnya yang melibatkan pejabat eselon I hingga IV

    Saut mengatakan jumlah kasus tangkap tangan di tahun 2018 ini telah melampaui tahun sebelumnya. "Ini merupakan terbanyak sepanjang sejarah KPK berdiri, " ujarnya.

    Saut menyebutkan sebanyak 102 perkara telah menjalani putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. Dari penindakan tersebut lebih Rp 500 miliar telah dimasukkan ke kas negara dalam bentuk PNBP dari penanganan perkara.

    Termasuk kata dia pendapatan dari hasil lelang barang sitaan dan rampasan dari perkara tindak pidana korupsi maupun tindak pidana pencucian uang yang mencapai Rp 44.6 miliar. Dan pelimpahan hibah barang rampasan selama 2018 aset senilai Rp 96.6 miliar.

    Simak: KPK Tangkap 9 Orang dalam OTT Kemenpora

    Menurut Ketua KPK Agus Rahardjo data ini masih per 19 Desember 2018 dan masih bisa bertambah lantaran semalam lembaga antirasuah tersebut kembali melakukan ott . "Ini belum masuk ott semalam di Kemenpora," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.