Tolak Pemberian Kemeja Batik Jombang, Jokowi Bayar Rp 500 Ribu

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi meninjau Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asyari di Jombang, Jawa Timur, Selasa, 18 Desember 2018. Museum ini menjadi pusat informasi mengenai proses masuknya Islam di nusantara hingga Indonesia menjadi negara dengan jumlah umat Islam terbesar di dunia. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Presiden Jokowi meninjau Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asyari di Jombang, Jawa Timur, Selasa, 18 Desember 2018. Museum ini menjadi pusat informasi mengenai proses masuknya Islam di nusantara hingga Indonesia menjadi negara dengan jumlah umat Islam terbesar di dunia. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jombang - Presiden Joko Widodo atau Jokowi sempat mengunjungi stan cinderamata sebelum ke Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar, Jombang, Jawa Timur, pada Selasa, 18 Desember 2018. Stan itu berada di dekat gerbang masuk pondok pesantren.

    Baca: Alasan Jokowi Dirikan Bank Wakaf Mikro di Pondok Pesantren

    Saat Jokowi melihat-lihat barang di stan, Yani, penjahit baju menyampaikan keinginannya memberikan kemeja batik lengan panjang kepada Presiden. Baju itu dia jahit sendiri.

    Tak mau menerima cuma-cuma, Jokowi pun membelinya. "Saya mau kasih sebagai cinderamata, tapi enggak boleh. Makanya mau dibeli," kata Yani saat ditemui di lokasi, Selasa, 18 Desember 2018.

    Yani pun akhirnya menjual kemeja batik corak Jombang berwarna biru dan kuning itu seharga Rp 500 ribu. Yani merupakan pelaku usaha mikro kecil menengah yang mendapat akses penyediaan modal dari Bank Wakaf Mikro.

    Yani, penjahit yang mendapatkan modal dari Bank Wakaf Mikro, memegang kemeja batik buatannya yang dibeli Presiden Joko Widodo seharga Rp 500 ribu di Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar, Jombang, Jawa Timur, 18 Desember 2018. TEMPO/Friski Riana.

    Selasa kemarin, Jokowi meresmikan tiga bank wakaf mikro di pondok pesantren itu. Bank Wakaf Mikro menawarkan pinjaman modal dengan skema pembiayaan tanpa agunan dengan nilai maksimal Rp 3 juta dan margin bagi hasil setara 3 persen. Melalui skema ini, bank juga menyediakan pelatihan wirausaha dan pendampingan serta pola pembiayaan yang dibuat per kelompok atau tanggung renteng.

    Baca: Ditagih Sepeda, Jokowi Janji Berikan Setelah April 2019

    Lembaga ini tidak diperkenankan mengambil simpanan dari masyarakat karena berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pembiayaan disertai pendampingan usaha. Lembaga ini juga berstatus sebagai Lembaga Keuangan Mikro Syariah yang diberi izin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?