Lima Fakta Dua Kasus yang Menjerat Bahar bin Smith di Polisi

Bahar bin Ali bin Smith (kanan) keluar dari kendaraannya untuk menjalani pemeriksaan perdana di Direktorat Kriminal Umum Polda Jawa Barat, Bandung, Selasa, 18 Desember 2018. Saat ini Bahar Smith sudah ditetapkan sebagai tersangka tunggal dalam kasus yang berbeda. ANTARA/Raisan Al Farisi

TEMPO.CO, Jakarta - Nama penceramah Bahar bin Smith kembali menjadi sorotan. Kali ini, ia ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Daerah Jawa Barat dalam kasus dugaan penganiayaan. Padahal, pria 33 tahun ini juga sudah menyandang status tersangka oleh Badan Reserse Kriminal Mabes Polri dalam perkara dugaan pencemaran nama baik Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Baca: Kronologis Dugaan Penganiayaan oleh Bahar bin Smith Versi Polisi

Berikut kontroversi yang membayangi Bahar bin Smith:

1. Sebut Presiden Banci

Bahar bin Smith diperiksa Badan Reserse Kriminal Mabes Polri pada 6 Desember 2018, lantaran ucapanya menyinggung Presiden Jokowi dalam sebuah video yang viral di sosial media. Dalam transkrip video berdurasi 60 detik itu, Bahar diantaranya mengatakan, "Pengkhianat bangsa, pengkhianat negara, pengkhianat rakyat kamu Jokowi!" Dan, "Kamu kalau ketemu Jokowi, kalau ketemu Jokowi, kamu buka celananya itu, jangan-jangan haid Jokowi itu, kayaknya banci itu".

2. Jadi Tersangka Penghinaan

Karena video tersebut, polisi menetapkan Bahar menjadi tersangka karena diduga melanggar Pasal 4 huruf b angka 2 Undang-undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Polisi menyatakan Bahar melakukan ceramah yang dinilai menghina Jokowi pada Januari 2017 di Palembang, Sumatera Selatan

3. Emoh Minta Maaf

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Bahar bin Smith menolak meminta maaf ke Jokowi. Padahal tim sukses capres inkumben Jokowi meminta Bahar meminta maaf bila ingin menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan.

Dalam acara Reuni 212, Bahar mengatakan lebih memilih mendekam di penjara dari pada meminta maaf. "Saya lebih memilih busuk dalam penjara dari pada harus minta maaf," kata dia.






7 Tahun Kematian Akseyna, Ayahanda Sodorkan Motif, Dugaan, dan Terduga Pelaku

2 jam lalu

7 Tahun Kematian Akseyna, Ayahanda Sodorkan Motif, Dugaan, dan Terduga Pelaku

Komisi Kepolisian Nasional atau Kompolnas hari ini mengadakan rapat untuk menindaklanjuti kasus kematian mahasiswa Universitas Indonesia Akseyna Ahad Dori.


Tahun 2022 Polri Anggarkan Rp 159,8 Miliar untuk Pengadaan Gas Air Mata

10 jam lalu

Tahun 2022 Polri Anggarkan Rp 159,8 Miliar untuk Pengadaan Gas Air Mata

Menggunakan sumber dana APBN 2022, Polri melakukan pengadaan gas air mata senilai Rp 152 miliar. Berikut rinciannya.


LPSK Siap Memberi Pelindungan kepada Aremania yang Terancam

19 jam lalu

LPSK Siap Memberi Pelindungan kepada Aremania yang Terancam

LPSK akan memberi perlindungan kepada Aremania yang terancam dan mengalami intimidasi.


Tragedi Kanjuruhan: ICJR Dorong 28 Polisi Tak Hanya Diperiksa Soal Kode Etik, tapi juga Pidana

1 hari lalu

Tragedi Kanjuruhan: ICJR Dorong 28 Polisi Tak Hanya Diperiksa Soal Kode Etik, tapi juga Pidana

ICJR mendorong 28 anggota polisi yang diduga terlibat dalam tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022, diperiksa dalam dugaan pelanggaran pidana


Ini Penyebab Dua Polisi Meninggal saat Tragedi Kanjuruhan

1 hari lalu

Ini Penyebab Dua Polisi Meninggal saat Tragedi Kanjuruhan

Dua personel polisi tewas dalam tragedi Kanjuruhan, Sabtu 1 Oktober 2022 lalu. Keduanya tewas saat berada di tribun selatan


Lesti Kejora Laporkan Rizky Billar KDRT, Polisi Akan Pertemukan 2 Selebritas Ini

1 hari lalu

Lesti Kejora Laporkan Rizky Billar KDRT, Polisi Akan Pertemukan 2 Selebritas Ini

Polres Metro Jakarta Selatan mengecek TKP Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).yang dialami penyanyi Lesti Kejora.


Polisi Bisa Tilang Manual Pelanggar di Operasi Zebra 2022

2 hari lalu

Polisi Bisa Tilang Manual Pelanggar di Operasi Zebra 2022

Polri melalui Korps Lalu Lintas (Korlantas) bisa melakukan tilang manual kepada para pelanggar di Operasi Zebra 2022.


Intip Spesifikasi K9, Mobil Polisi yang Kena Amukan Oknum Suporter

2 hari lalu

Intip Spesifikasi K9, Mobil Polisi yang Kena Amukan Oknum Suporter

Oknum suporter membuat kerusahan usai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan dengan merusak mobil K9 milik polisi.


Aksi Protes Buntut Kematian Mahsa Amini di Iran Masuk Pekan Ketiga

2 hari lalu

Aksi Protes Buntut Kematian Mahsa Amini di Iran Masuk Pekan Ketiga

Unjuk rasa di Iran buntut kematian Mahsa Amini memasuki pekan ketiga dan terjadi di penjuru wilayah Iran.


KontraS Sebut Ada 4 Dugaan Pelanggaran Hukum dan HAM di Tragedi Kanjuruhan

2 hari lalu

KontraS Sebut Ada 4 Dugaan Pelanggaran Hukum dan HAM di Tragedi Kanjuruhan

KontraS menyatakan setidaknya ada empat argumentasi mengapa dugaan pelanggaran hukum dan HAM terjadi dalam Tragedi Kanjuruhan.