Beberkan Dalang Perusakan Bendera, Demokrat Sebut Pejabat A, B, C

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono meninjau langsung lokasi tempat pemasangan bendera yang diturunkan dan dirusak di jalanan Pekanbaru, Riau. sumber istimewa.

    Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono meninjau langsung lokasi tempat pemasangan bendera yang diturunkan dan dirusak di jalanan Pekanbaru, Riau. sumber istimewa.

    "Jadi kalau teman-teman (wartawan) mendengar 'strong evidence', ini dia," kata Hinca menyebutkan informasi pertama.

    Baca:
    Geram, AHY: Kenapa Hanya Bendera Partai Demokrat yang Dirusak?

    Kedua, ujar Hinca, berupa informasi dari pejabat 'C' yang menerima permintaan dari institusi 'X'. Hinca menuturkan informasi ini memuat bukti bahwa ada 'pemesan' dari perusakan atribut partai itu.

    "Dengan demikian," kata dia tanpa merinci siapa 'A', 'B' dan 'C' tersebut. Yang jelas, Hinca mengatakan, "Peristiwa ini tak dilakukan oleh satu orang atas inisiatifnya sendiri."

    Informasi ketiga berupa pengakuan dari pelaku perusakan atribut partai berinisial 'HS' yang berhasil diciduk anggota Demokrat. Dari hasil interogasi selama lebih dari satu jam pada HS, Hinca mengaku mendapat cukup keterangan soal perusakan atribut tersebut.

    Sedangkan, informasi keempat adalah keterangan dari Ketua Demokrat Riau dan Ketua Demokrat Pekanbaru.

    Baca:
    PDIP Bantah Kadernya Dalang Perusakan Bendera Partai Demokrat

    Dari semua informasi-informasi itu, Hinca mengatakan Demokrat sangat meyakini ada otak dan inisiator atas perusakan-perusakan bendera itu. Dia memberi tenggat 14 hari kepada aparat berwajib untuk mengusutnya secara tuntas.

    "Kami menolak keras apa yang disampaikan Kapolda Riau dan Menkopolhukam Wiranto yang mengecilkan, berhenti di situ saja, tanpa bermaksud membongkar, siapa yang menyuruh melakukan," ujar Hinca.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.