Menpora Imam Nahrawi Sebut Satu Pejabatnya Terjerat OTT KPK

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menyampaikan kata sambutan pada jumpa pers Duta Gerakan Nasional Ayo Olahraga di Gedung Wisma Kementerian Pemuda dan Olahraga, Senayan, Jakarta, 3 Mei 2017. Kemenpora melantik 9 public figure menjadi Duta Gerakan Nasional Ayo Olahraga untuk mengkampanyekan ajakan untuk bergerak dan berolahraga kepada 70 juta penduduk Indonesia, terutama melalui platform media sosial. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menyampaikan kata sambutan pada jumpa pers Duta Gerakan Nasional Ayo Olahraga di Gedung Wisma Kementerian Pemuda dan Olahraga, Senayan, Jakarta, 3 Mei 2017. Kemenpora melantik 9 public figure menjadi Duta Gerakan Nasional Ayo Olahraga untuk mengkampanyekan ajakan untuk bergerak dan berolahraga kepada 70 juta penduduk Indonesia, terutama melalui platform media sosial. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengungkap pejabat di lingkungan kementerian itu ditangkap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa 18 Desember 2018. Si pejabat terjerat Operasi Tangkap Tangan atau OTT.

    Baca juga:
    Bupati Cianjur Kena OTT KPK, Ribuan Warga Gelar Selamatan

    Menurut Imam, anak buahnya yang ditangkap KPK itu adalah Mulyana, Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga. "Tapi terkait program apa, saya belum ada info,” ujar Imam Nahrowi melalui pesan singkat, Selasa malam 18 Desember 2018.

    Sampai berita ini dimuat, belum diketahui penangkapan pejabat Kemenpora ini terkait apa dan berapa orang yang turut ditangkap. Termasuk, berapa jumlah uang yang ditemukan di lokasi.

    Sementara itu, juru bicara KPK Febri Diansyah hanya membenarkan adanya kegiatan OTT oleh tim KPK terkait Kementerian Pemuda dan Olahraga. “Ada pejabat yang diamankan,” ucap dia melalui keterangan resmi, hari ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.