Pesan JK Bagi Para TKI di Peringatan Hari Pekerja Migran Sedunia

Reporter

Sejumlah pekerja migran Indonesia mengikuti pendataan oleh BP3TKI setibanya di Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat, Pontianak, Kamis malam, 25 Oktober 2018. Sebanyak 21 dari 120 pekerja migran yang dipulangkan Depot Imigresen Bekenu Jabatan Imigresen Malaysia Negeri Sarawak melalui PLBN Entikong menjalani hukum sembat (cambuk) karena tidak memiliki paspor. ANTARA FOTO/Reza Novriandi

TEMPO.CO, Sukabumi - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengucapkan selamat dan memberikan penghargaan kepada para pekerja migran Indonesia yang telah bekerja di luar negeri untuk memberikan pendapatan untuk keluarga dan berperan menyumbang devisa bagi negara.

Menurut JK, tidak mudah menjadi pekerja migran. "Para pekerja harus mampu menyesuaikan diri dengan kendala bahasa, iklim, budaya dan kebiasaan yang ada di tempat kerja," kata dia dalam sambutannya saat peringatan Pekerja Migran Internasional di Sukabumi, Jawa Barat, Selasa, 18 Desember 2018.

Baca: Hukuman Mati Mengintai Pekerja Migran Indonesia

JK mengatakan tidak semua dapat meraih cerita bahagia. Ada pula yang mendapatkan cerita sedih ketika bekerja di luar negeri.

Untuk itu, JK meminta warga masyarakat yang akan pergi bekerja ke luar negeri untuk membekali dirinya dengan kekuatan mental, kemampuan fisik, kemampuan bahasa, pengenalan budaya tempat kerja yang baik, serta keterampilan yang baik.

Ia pun menyampaikan agar para pekerja migran yang telah kembali dari luar negeri dapat memberikan pengalamannya bagi mereka yang yang ingin ke luar negeri.

Sementara bagi mereka yang ingin ke luar negeri, dapat belajar dari para pekerja yang telah pulang ke tanah air. "Bagi yang ingin berangkat tentu belajar meningkatkan kemampuannya lebih baik sehingga mendapatkan pendapatan lebih baik apabila di masa datang ke luar negeri," kata JK.

Baca: Cerita Eks TKI Saat Surat Suara Pemilu Malah Jadi Tempat Curhat

JK berharap pendapatan yang diperoleh dari bekerja di luar negeri dapat dijadikan modal untuk menciptakan wirausaha di dalam negeri. "Sekali lagi saya ucapkan selamat kepada para ibu-ibu dan bapak-bapak yang telah kembali ke dalam negeri dan harapan memanfaatkan pengalaman dan pendapatannya selama di luar negeri," ujarnya.

Sementara itu, di hadapan seribuan lebih para peserta peringatan Hari Pekerja Migran Internasional, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengatakan saat ini Indonesia memiliki 9 juta orang yang bekerja di luar negeri. "Pemerintah terus memastikan pelayanan dan perlindungan kepada para pekerja migran asal Indonesia yang bekerja di berbagai negara," ujarnya.

Hari Pekerja Migran Internasional diperingati setiap 18 Desember berdasarkan deklarasi `Konvensi Perlindungan Hak-Hak Seluruh Pekerja Migran Dan Anggota Keluarganya (melalui Resolusi No. 45/158) pada 18 Desember 1990 di New York Amerika Serikat. Dalam kesempatan peringatan tersebut juga diberikan penghargaan Indonesia Migrant Award 2018.

Baca: JK Apresiasi Pekerja Migran yang Telah Berjibaku di Luar Negeri






5 Fakta di Balik Kemenangan SBY dan JK Pada Pilpres 2004, Memicu Renggang dengan Megawati?

1 hari lalu

5 Fakta di Balik Kemenangan SBY dan JK Pada Pilpres 2004, Memicu Renggang dengan Megawati?

Hari ini, 4 Oktober 2004 diumumkan kemenangan SBY - JK sebagai presiden dan wapres periode 2004 - 2009. Berikut beberapa fakta menariknya.


Mendagri Inggris Sebut Terlalu Banyak Pekerja Migran Keterampilan Rendah

3 hari lalu

Mendagri Inggris Sebut Terlalu Banyak Pekerja Migran Keterampilan Rendah

Menteri Dalam Negeri Inggris Suella Braverman mengatakan, negara itu memiliki terlalu banyak pekerja migran berketerampilan rendah


Istana Akui Nantikan Pengesahan RUU PPRT yang Mangkrak 18 Tahun di DPR

4 hari lalu

Istana Akui Nantikan Pengesahan RUU PPRT yang Mangkrak 18 Tahun di DPR

Deputi V Kepala Staf Kepresidenan, Jaleswari Pramowardhani, menyebut pemerintah serius menggodok Rancangan Undang-undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT). Bahkan, Jaleswari menyebut pemerintah telah membentuk gugus tugas percepatan pembahasan tentang UU PPRT.


TKI Pemetik Buah di Inggris Masih Merana Tanpa Pekerjaan

8 hari lalu

TKI Pemetik Buah di Inggris Masih Merana Tanpa Pekerjaan

Nasib Pekerja Migran Indonesia (PMI/TKI), yang dijanjikan untuk ditempatkan di perkebunan Inggris masih tidak jelas.


Pelajar dan Pekerja Indonesia Keluhkan Sulitnya Masuk Malaysia

9 hari lalu

Pelajar dan Pekerja Indonesia Keluhkan Sulitnya Masuk Malaysia

Pelajar dan pekerja migran Indonesia mempertanyakan sulitnya mendapatkan entry permit masuk Malaysia khususnya setelah pembatasan Covid-19 dicabut


Pemerintah Gugat Mantan Majikan Adelina Lisao, Anggota DPR Fraksi PKS: Untuk Perjuangkan Keadilan

11 hari lalu

Pemerintah Gugat Mantan Majikan Adelina Lisao, Anggota DPR Fraksi PKS: Untuk Perjuangkan Keadilan

Anggota DPR dari Fraksi PKS mendukung upaya pemerintah untuk mengajukan gugatan terhadap mantan majikan Adelina Lisao.


Piala Dunia 2022: 8 Kapten Timnas Bakal Kampanye Melawan Diskriminasi di Qatar

12 hari lalu

Piala Dunia 2022: 8 Kapten Timnas Bakal Kampanye Melawan Diskriminasi di Qatar

Delapan negara yang akan tampil di Piala Dunia 2022 akan mengkampanyekan anti-diskriminasi.


Beredar Foto Surya Paloh, Syaikhu, JK Bersama Anies Baswedan dan AHY

16 hari lalu

Beredar Foto Surya Paloh, Syaikhu, JK Bersama Anies Baswedan dan AHY

Anies Baswedan menyatakan siap maju sebagai calon presiden dalam Pemilu 2024.


Anies Baswedan Diskusi dengan Jenggala Center, Pakar: Matangkan Langkah Pilpres 2024

17 hari lalu

Anies Baswedan Diskusi dengan Jenggala Center, Pakar: Matangkan Langkah Pilpres 2024

Pengamat politik menilai JK bakal mendahulukan Anies Baswedan untuk dipersiapkan menjadi calon presiden. meski Partai Golkar mengusung Airlangga.


Anies Baswedan dan Yayasan Jusuf Kalla Gelar Diskusi Tertutup soal Pilpres 2024

17 hari lalu

Anies Baswedan dan Yayasan Jusuf Kalla Gelar Diskusi Tertutup soal Pilpres 2024

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggelar diskusi tertutup membahas situasi politik jelang Pemilu 2024 bersama Jenggala Center, eks tim Jokowi-JK