Setya Novanto dan Kotjo akan Bersaksi di Persidangan Eni Saragih

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih, mengikuti sidang lanjutan mendengarkan keterangan saksi, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Selasa, 11 Desember 2018. TEMPO/Imam Sukamto

    Terdakwa mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih, mengikuti sidang lanjutan mendengarkan keterangan saksi, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Selasa, 11 Desember 2018. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Ketua Umum Setya Novanto dijadwalkan akan bersaksi dalam sidang perkara suap proyek PLTU Riau-1 dengan terdakwa eks Wakil Ketua Komisi Energi DPR Eni Saragih. "Rencananya SN dan Kotjo," kata jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi, Lie Putra Setiawan dihubungi Selasa, 18 Desember 2018.

    SN adalah Setya Novanto dan Kotjo yang disebut Lie adalah pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd, Johannes Budisutrisno Kotjo. Kotjo telah divonis 2 tahun 8 bulan penjara karena terbukti menyuap Eni Saragih Rp 4,75 miliar.

    Baca: Eksklusif Eni Saragih: Saya Pikir Rezeki dari ...

    Hakim menyatakan suap diberikan agar Eni memfasilitasi pertemuan antara Kotjo dengan pihak terkait proyek, termasuk Direktur Utama PLN Sofyan Basir. Pertemuan-pertemuan digelar agar Kotjo dapat menggarap proyek pembangkit dengan nilai US$ 900 juta itu.

    Dalam putusan itu, nama Setya disebut-sebut. Hakim menyatakan Setya berperan memperkenalkan Kotjo kepada Eni Saragih. Menurut hakim, perkenalan itu bermula saat Kotjo melalui perusahaannya PT Samantaka Batubara mengirimkan proposal permohonan pengajuan Independent Power Plan PLTU Riau-1 ke PT PLN pada 1 Oktober 2018. Dia memohon agar proyek itu masuk dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik PT PLN.

    Baca: Eni Saragih Disebut akan Dapat US$ 500 Ribu ...

    Namun, karena PLN tak kunjung menanggapi proposal itu hingga awal 2016, Kotjo mendatangi Setya Novanto di ruang kerjanya. Dia meminta bantuan mantan Ketua Umum Partai Golkar itu untuk dipertemukan dengan PT PLN. “Setya Novanto memperkenalkan terdakwa dengan anggota Komisi 7 DPR Eni Maulani Saragih,” kata hakim.

    Hakim mengatakan Setya Novanto meminta Eni membantu Kotjo dalam proyek PLTU. Menindaklanjuti permintaan itu, Eni mengajak Direktur PLN Sofyan Basir dan Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN Supangkat Iwan Santoso menemui Setya. Dalam pertemuan itu, Setya meminta proyek pembangkit di Jawa kepada Sofyan. Tetapi Sofyan mengatakan pembangkit di Jawa sudah memiliki kandidat, sedangkan di luar Jawa masih ada.

    Simak: Begini Isi Surat Lengkap Eni Saragih Terkait ...

    Setelah pertemuan itu, Eni memperkenal Kotjo kepada Sofyan Basir di Kantor PLN yang dihadiri pula oleh Wang Kun, perwakilan China Huadian Engginering Co Ltd dan Supangkat Iwan. Beberapa kali pertemuan yang difasilitasi Eni berbuah dengan dimasukannya proyek PLTU Riau-1 ke dalam RUPTL PLN 2017.

    Eni juga memfasilitasi pertemuan antara Kotjo dan Sofyan Basir untuk membahas sejumlah negosiasi terkait PLTU Riau-1. Hakim mengatakan selama pertemuan itu, Eni Saragih selalu melaporkan perkembangan pembahasan proyek PLTU Riau-1 kepada Setya Novanto. Namun, semenjak menjadi tersangka korupsi proyek e-KTP, peran Setya digantikan oleh Idrus Marham selaku Plt Ketua Umum Golkar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.