Resmikan Museum Islam di Jombang, Jokowi Kenakan Sarung dan Koko

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi dijemput oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo saat tiba di Bandara International Juanda, Surabaya, Jawa Timur, 18 Desember 2018. Tempo / Friski Riana

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi dijemput oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo saat tiba di Bandara International Juanda, Surabaya, Jawa Timur, 18 Desember 2018. Tempo / Friski Riana

    TEMPO.CO, Surabaya - Presiden Joko Widodo atau Jokowi melakukan kunjungan kerja di Jawa Timur, pada Selasa, 18 Desember 2018.

    Baca: 3 Poin Penting Evaluasi Timses Jokowi - Ma'ruf

    Jokowi tiba di Bandara International Juanda pada pukul 09.30 WIB. Turun dari pesawat kepresidenan, Jokowi terlihat mengenakan kemeja koko putih, sarung, dan peci hitam. Ia disambut Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Sementara itu, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh yang sudah lebih dulu tiba di bandara juga menunggu kedatangan Jokowi.

    Dalam kunjungan kerjanya itu, Jokowi turut didampingi juru bicara Istana Kepresidenan Johan Budi Sapto Pribowo, Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin, dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar.

    Rencananya, Jokowi akan mengunjungi Jombang untuk meresmikan Museum Islam Indonesia di Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Lokasi museum berada dekat dengan Pondok Pesantren Tebuireng.

    "Presiden Jokowi akan ke Jombang untuk melakukan beberapa kegiatan, termasuk meresmikan Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy'ari," kata Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng K.H. Shalahudin Wahid di Jombang, Senin, 17 Desember 2018.

    Baca juga: Timses Akui Elektabilitas Jokowi - Ma'ruf Stagnan Sebulan Ini

    Selain berkunjung ke Pondok Pesantren Tebuireng, Presiden Jokowi juga diagendakan singgah di Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakrejo, dan Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Jombang. Di lokasi tersebut, Jokowi bersilaturahmi dengan sejumlah ulama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.