Pidato Lengkap Prabowo Soal Indonesia Punah Jika Kalah Pilpres

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden no urut 02 Prabowo Subianto (tengah) menyampaikan sambutan dalam Kopi Darat (Kopdar) Ojek Online (Ojol) Menuju Perubahan Indonesia 9 (Kompi 9) di lapangan parkir Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, Ahad, 16 Desember 2018. Kopdar ini digelar sebagai bentuk dukungan untuk Prabowo Subianto - Sandiaga Uno dalam Pemilihan Presiden 2019. ANTARA/Arif Firmansyah

    Calon Presiden no urut 02 Prabowo Subianto (tengah) menyampaikan sambutan dalam Kopi Darat (Kopdar) Ojek Online (Ojol) Menuju Perubahan Indonesia 9 (Kompi 9) di lapangan parkir Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, Ahad, 16 Desember 2018. Kopdar ini digelar sebagai bentuk dukungan untuk Prabowo Subianto - Sandiaga Uno dalam Pemilihan Presiden 2019. ANTARA/Arif Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Presiden Prabowo Subianto lagi-lagi menjadi sorotan gara-gara pidatonya. Kali ini, Ketua Umum Partai Gerindra ini mengatakan Indonesia akan punah jika ia dan Sandiaga Uno kalah dalam Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019.

    Baca: Prabowo: Saya Dituduh Islam Garis Keras, Besoknya Dibilang Zionis

    "Karena itu kita tidak bisa kalah. Kita tidak boleh kalah. Kalau kita kalah, negara ini bisa punah," kata Prabowo dalam acara Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Senin, 17 Desember 2018.
     
    Ketua Umum PPP Romahurmuziy mengatakan pidato Prabowo tersebut sebagai semprotan kebohongan ala Presiden Amerika Serikat Donald Trump. "Ini kan lagu lama. Saya selalu menyampaikan, strategi yang dilakukan Prabowo - Sandiaga diadopsi dari Donald Trump, saya istilahkan semprotan kebohongan atau firehose of the falsehood," ujar Rommy saat ditemui usai menghadiri rapat evaluasi TKN di kediaman Jusuf Kalla, Senin malam, 17 Desember 2018.
     
    Berikut pidato lengkap Prabowo dalam acara tersebut:

    Assalamualaikum wr wb, salam sejahtera, shalom, om swastiastu, namo bodhaya,

    Saudara-saudara sekalian, marilah kita sebagai insan bertakwa, sebagai pejuang marilah kita tidak henti-hentinya memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT.

    Kita masih diberi nafas, masih diberi kesehatan untuk berkumpul pada siang hari ini dalam Konferensi Nasional Partai Gerindra. Saya menyapa dan menyambut tokoh-tokoh dari partai koalisi yang hadir di sini, para ulama juga yang hadir yang tidak akan disebut satu-satu karena tadi semua sudah disebut.

    Karena saya tahu, saudara-saudara sudah agak lapar? Betul? Masih kuat? Bener? Baik saya minum kopi dulu. Kalian tahu risikonya, satu cangkir kopi, tiga jam ceramahnya.

    Saudara sekalian, Konferensi Nasional ini kita lakukan sebelum kita melaksanakan suatu pekerjaan yang sangat besar. Dua tahun lalu, kita juga melakukan pertemuan kader Gerindra seluruh Indonesia. Waktu kita menghadapi pemilihan gubernur DKI. Waktu itu juga pekerjaan besar. Kenapa? Karena pemilihan gubernur waktu itu, menjadi pertarungan antara kekuatan yg membela kebenaran dan keadilan dengan kekuatan yang ingin memperpanjang keadaan yang tidak benar dan tidak adil.

    Yang membuat pertarungan waktu itu begitu besar adalah justru mereka yang merasa bisa mengabaikan perasaan dan pikiran rakyat banyak. Karena itu, waktu itu, mereka menertawakan kita, mereka menganggap bahwa kita bisa kalah dengan kekuatan uang.

    Saudara, saat itu saya kumpulkan Partai Gerindra di padepokan pencak silat. Dan Gerindra adalah partai yang lama berdiri dari bawah, dari sejak lama kita tidak pernah kita beri uang ke daerah-daerah. Betul? (Betul). Ternyata Partai Gerindra, tanpa uang masih kompak, masih setia dan masih berjiwa militan.

    Saudara-saudara bahkan saya memanggil kalian ke sini, justru saya mau meminta uang ke kalian. Kalian ke sini biaya sendiri. Betul? (Betul). Bahkan yang bukan Gerindra, tapi simpatisan Gerindra, juga datang kesini. Garda metal, relawan-relawan, emak-emak, yang paling gawat emak-emak itu. Kalau ada pihak lain ngumpulin anggotanya harus dikasih uang, kalau Gerindra terbalik. Gerindra minta uang dari kalian semua ini. Betul? (Betul).

    Saudara2, saya tidak akan panjang lebar, tapi saya katakan, bahwa saya memanggil di Konferensi Nasional ini, sebelum kita melaksanakan pekerjaan yang besar yaitu saya menganggap Konferensi Nasional ini adalah taklimat sebelum kita maju ke medan laga menyelamatkan bangsa dan negara.

    Baca kelanjutannya: Prabowo mulai menyinggung Indonesia Punah jika ia kalah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.