3 Poin Penting Evaluasi Timses Jokowi - Ma'ruf

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi berjabat tangan dengan calon wakil presiden Maruf Amin, Jusuf Kalla, dan Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN KIK) Erick Thohir di Posko Cemara, Jakarta, Jumat, 7 September 2018. TEMPO/Dewi Nurita

    Calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi berjabat tangan dengan calon wakil presiden Maruf Amin, Jusuf Kalla, dan Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN KIK) Erick Thohir di Posko Cemara, Jakarta, Jumat, 7 September 2018. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf melakukan rapat evaluasi bersama Dewan Pengarah dan Dewan Penasihat membahas progres pergerakan pasangan calon nomor urut 01 itu selama tiga bulan masa kampanye. Rapat evaluasi tersebut digelar di kediaman pribadi Ketua Dewan Pengarah TKN Jokowi-Ma'ruf, Jusuf Kalla di Jalan Brawijaya Nomor 6, Jakarta Selatan pada Senin malam, 17 Desember 2018.

    Baca: Rapat di Rumah JK, Timses Evaluasi Kampanye Jokowi - Ma'ruf

    "Kami mengevaluasi apakah perjalanan yang sudah dilakukan Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf sudah siginifikan memberikan dampak yang positif atau belum," ujar anggota Dewan Pengarah TKN Jokowi-Ma'ruf, Pramono Anung di Jalan Brawijaya Nomor 6, Jakarta Selatan pada Senin malam, 17 Desember 2018.

    Berikut beberapa poin evaluasi yang dibocorkan oleh anggota Dewan Pengarah dan Dewan Penasihat Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf;

    1. Perlu Penetrasi Lebih di Wilayah 'Basis Keras' Prabowo

    Menurut Pramono Anung, timses perlu melakukan penetrasi lebih di beberapa daerah di mana suara Jokowi lemah pada pemilihan presiden 2014 atau wilayah 'basis keras' Prabowo Subianto, pada 3,5 bulan sisa masa kampanye. "Wilayah Sumatera dan beberapa wilayah di Jawa, perlu penetrasi lebih," ujar politikus PDIP itu.

    Baca: Elektabilitas Jokowi di Banten Masih Kalah, JK: Perlu Usaha Keras

    Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Lodewijk F. Paulus mencontohkan, Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi yang masih menjadi 'basis keras' Prabowo. Jika perangkat partai dan Tim Kampanye Daerah tidak mempan di sana, TKN akan mencari formulasi dan pola-pola kampanye yang baru. "Intinya, tidak ada daerah yang akan ditinggalkan. Semua digarap," ujar Loedwijk kepada Tempo di lokasi yang sama.

    2. Koordinasi antara Capres-Cawapres dan Partai Koalisi Perlu Ditingkatkan

    Pramono Anung juga membeberkan bahwa koordinasi antara capres-cawapres dan partai Koalisi Indonesia Kerja menjadi salah satu pembahasan. Sebab, belum semua calon legislator secara door to door mengampanyekan diri sekaligus mengampanyekan capres-cawapres usungan partai. "Ini yang perlu dilakukan masif. Bagaimanapun faktor caleg juga menentukan dalam konsolidasi ini," ujar Pramono.

    Baca: JK Sebut Ada 3 Daerah Suara Jokowi - Ma'ruf kalah dari Prabowo

    Anggota Dewan Penasihat TKN Jokowi-Ma'ruf, M. Romahurmuziy mengatakan, banyak kendala di lapangan terjadi karena pemilu legislatif dan pemilu presiden tahun depan digelar secara bersamaan dan untuk pertama kali. Menurut Rommy, para ketua umum yang hadir dalam rapat evaluasi TKN bersepakat untuk memerintahkan kepada caleg agar lebih gencar mengampanyekan capres-cawapres usungan partai.

    "Sebab caleg yang melakukan itu sebenarnya mendapat keuntungan. Supaya jangan kemudian yang mendapat coattail effect itu hanya partai tertentu," ujar Rommy.

    3. Gaya Komunikasi Jokowi-Ma'ruf Akan Diperbaiki


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.