Prabowo Sebut Indonesia Punah Jika Kalah, PPP: Semprotan Bohong

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dewan Penasihat Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf M.Romahurmuziy usai rapat koordinasi di kediaman Jusuf Kalla, Jalan Brawijaya Nomor 6, Jakarta Selatan pada Senin malam, 17 Desember 2018. Dewi Nurita/TEMPO

    Dewan Penasihat Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf M.Romahurmuziy usai rapat koordinasi di kediaman Jusuf Kalla, Jalan Brawijaya Nomor 6, Jakarta Selatan pada Senin malam, 17 Desember 2018. Dewi Nurita/TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Penasihat Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf, M. Romahurmuziy menanggapi pernyataan calon presiden Prabowo Subianto yang menyebut Indonesia bisa punah seumpama dia dan Sandiaga Uno kalah dalam Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019. Menurut pria yang akrab disapa Rommy itu, pernyataan Prabowo itu hanyalah lagu lama seorang politikus.

    Baca: Ditantang Jadi Imam Salat, Begini Respons Prabowo

    "Ini kan lagu lama. Saya selalu menyampaikan, strategi yang dilakukan Prabowo - Sandiaga diadopsi dari strategi Donald Trump, saya istilahkan strategi ini semprotan kebohongan atau firehose of the falsehood," ujar Rommy saat ditemui usai menghadiri rapat evaluasi TKN di kediaman Jusuf Kalla, Senin malam, 17 Desember 2018.

    Rommy membeberkan, ciri strategi ini. Pertama dilakukan dengan high volume multi channel, yakni berita disebarkan masif di semua platform seperti YouTube, Twitter, Instagram, atau WhatsApp. Kedua, kata dia, dilakukan secara repetitif atau berulang-ulang.

    Ciri ketiga, pernyataannya tidak berpijak pada realita. "Contohnya, pernyataan Prabowo mengatakan Indonesia akan bubar di 2030, juga sama dengan kalau dia kalah Indonesia akan bubar. Itu bagian dari gimik politik," kata Rommy.

    Ciri keempat, ujar dia, strategi ini adalah melakukan kebohongan untuk menarik first impression masyarakat. "Strategi ini seperti propaganda berbasis pada analisis psikoanalisa," ujar Rommy.

    Prabowo menyebut Indonesia bisa punah seumpama dirinya dan calon wakil presiden Sandiaga Uno kalah dalam pemilihan presiden 2019, saat berpidato dalam acara Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Senin, 17 Desember 2018.

    Simak: Prabowo Lontarkan Gagasan Membentuk Fusi ke Elite Partai Koalisi

    Prabowo beralasan, dia merasakan adanya getaran besar dari masyarakat yang menginginkan perubahan dan perbaikan. Prabowo menyebut rakyat juga menginginkan pemerintahan yang bersih dari korupsi. Sementara itu, lanjut Prabowo, elite Indonesia selalu mengecewakan dan gagal menjalankan amanah rakyat. "Karena itu kita tidak bisa kalah. Kita tidak boleh kalah. Kalau kita kalah, negara ini bisa punah," kata Prabowo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.