Prabowo: Kalau Kita Kalah Negara Bisa Punah

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, berpidato saat menghadiri peringatan Hari Disabilitas Internasional di Jakarta, Rabu, 5 Desember 2018. Prabowo menyampaikan janjinya untuk para penyandang disabilitas. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, berpidato saat menghadiri peringatan Hari Disabilitas Internasional di Jakarta, Rabu, 5 Desember 2018. Prabowo menyampaikan janjinya untuk para penyandang disabilitas. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia bisa punah seumpama dirinya dan calon wakil presiden Sandiaga Uno kalah dalam pemilihan presiden 2019. Prabowo beralasan, dia merasakan adanya getaran besar dari masyarakat yang menginginkan perubahan.

    Baca: Prabowo: Saya Dituduh Islam Garis Keras, Besoknya Dibilang Zionis

    "Karena itu kita tidak bisa kalah. Kita tidak boleh kalah. Kalau kita kalah, negara ini bisa punah," kata Prabowo dalam acara Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Senin, 17 Desember 2018.

    Menurut Prabowo, rakyat menginginkan perubahan dan perbaikan. Prabowo menyebut rakyat juga menginginkan pemerintahan yang bersih dari korupsi. Sementara itu, lanjut Prabowo, elite Indonesia selalu mengecewakan dan gagal menjalankan amanah rakyat.

    Ketua Umum Partai Gerindra ini menilai elite Indonesia yang sudah berkuasa puluhan tahun malah memberi arah keliru dan sistem yang salah. Sistem itu jika diteruskan akan membuat Indonesia semakin lemah dan miskin. "Indonesia semakin miskin dan semakin tidak berdaya bahkan bisa punah," ujarnya.

    Baca: Prabowo Sebut Gerindra Ikut Tersakiti Perusakan Baliho Demokrat

    Prabowo lantas membeberkan analisis yang dia dapat dari anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Fuad Bawazier. Pendapatan per kapita masyarakat Indonesia adalah sekitar US$ 4 ribu per tahun. Namun, sekitar 49 persen dari nilai itu dikuasai hanya oleh satu persen rakyat Indonesia.

    Prabowo tak konsisten menyebut pendapatan per kapita Indonesia per tahun. Setelah menyebut US$ 4 ribu per tahun, Prabowo kemudian mengatakan angka US$ 3.800. Prabowo juga melakukan pembulatan saat melakukan penghitungan berikutnya.

    "Jadi kalau kita cabut yang satu persen tinggal setengahnya. Per kapita bukan lagi 3.800 dolar, tapi setengahnya 1.900 dolar kurang lebih. Dibagi rata," kata Prabowo.

    Prabowo menambahkan, angka itu belum dipotong utang negara yang ditanggung oleh setiap warga. Kata dia, setiap bayi belum lahir bahkan menanggung beban utang sebesar US$ 600.

    Baca: Bedanya Jokowi dan Prabowo saat Bicara di Depan Umum

    "Anakmu baru lahir, utang sudah sembilan juta (rupiah). Jadi kekayaan kita sebenarnya hanya 1.300 dollar per kapita," kata anak begawan ekonomi Sumitro Djojohadikusumo ini.

    Prabowo melanjutkan, pendapatan per kapita sebesar US$ 1.300 ini setara dengan Chad, Ethiopia, Rwanda, dan Afghanistan yang bahkan perang saudara hingga sekarang. Nilai itu juga disebutnya setara dengan negara Burkina Faso.

    "Burkina Faso laut aja enggak punya. Kita setelah 70 tahun merdeka tetap kacau. Ini yang tidak pernah diakui oleh elite," kata Prabowo.

    Karena itulah, kata Prabowo, tak ada jalan lain baginya dan Sandiaga Uno selain memenangi pemilihan presiden 2019. Prabowo lantas menyebut konferensi nasional hari ini sebagai momentum persiapan menuju kontestasi Pemilu 2019. "Konferensi nasional ini adalah taklimat sebelum kita maju ke medan laga menyelamatkan bangsa dan negara," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.