MUI: PSI dan Komnas Perempuan Cari Ribut soal Poligami

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia, Grace Natalie, beserta rombongan menyerahkan daftar nama calon legislatif (caleg) ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Selasa 17 Juli 2018. TEMPO/Subekti.

    Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia, Grace Natalie, beserta rombongan menyerahkan daftar nama calon legislatif (caleg) ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Selasa 17 Juli 2018. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia Cholil Nafis menyebut Partai Solidaritas Indonesia atau PSI dan Komisi Nasional Perempuan asal bicara terkait dengan isu poligami.

    Baca: PSI: Poligami Lebih Banyak Mudarat Ketimbang Manfaat

    "PSI dan Komnas Perempuan tak mengerti Islam," kata Cholil di Jakarta, Senin, 17 Desember 2018. Cholil mengatakan ini ketika diminta tanggapannya terkait pernyataan PSI dan Komnas Perempuan.

    PSI akan mengupayakan larangan poligami. Sementara Komnas Perempuan menganggap poligami sebagai kekerasan, serta tidak ada dalam ajaran Islam. Cholil menegaskan poligami ada dalam ajaran Islam, secara fikih hukumnya sunah. Ia menyebut Nabi Muhammad dan para sahabat pun berpoligami.

    Namun, tambah Cholil menjelaskan, yang dihukumi sunah adalah nikahnya, bukan jumlah perempuan yang dinikahi. "Soal tak senang poligami silakan, tapi mengatakan poligami tak ada dalam ajaran Islam itu jahil murakkab, bodoh paralel," kata Cholil.

    Baca: PSI Anti Poligami, Komnas Perempuan Bilang Begini

    Cholil mengingatkan pihak-pihak yang tak memahami ajaran Islam agar tidak sembarangan berbicara atau menyinggung Islam, terlebih demi kepentingan politik. "Tanda akhir zaman itu orang bodoh memberi fatwa dan orang ruwaibidhah (dungu) bicara masalah-masalah besar keislaman dan kebangsaan," katanya.

    Cholil mengaku jengkel bahwa masih saja ada pihak yang mengotak-atik ajaran Islam untuk kepentingan sendiri, lebih-lebih pihak itu sama sekali tak mengerti ajaran Islam. "Habis kata-kata saya saking jengkelnya. PSI dan Komnas Perempuan itu, kok, hanya cari ribut, bukan menyelesaikan urusan bangsa ini," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.