Belasan Orang Pro Soeharto Amankan Gedung Granadi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kantor Yayasan Supersemar di Gedung Granadi lantai 4, Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu, 8 April 2009. dok/ Yosep Arkian

    Kantor Yayasan Supersemar di Gedung Granadi lantai 4, Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu, 8 April 2009. dok/ Yosep Arkian

    TEMPO.CO, Jakarta - Belasan orang yang mengaku sebagai pendukung mantan Presiden Soeharto mulai mendatangi Gedung Granadi di Jalan HR. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Mereka memakai baju biru dongker bertuliskan Brigade HMS, berjumlah belasan orang. HMS merupakan akronim dari Haji Muhammad Soeharto.

    Baca: Kata Kuasa Hukum Keluarga Cendana Soal Gedung Granadi yang Disita

    Belasan orang yang memakai baju Brigade HMS mulai berdatangan sekitar pukul 11.00 WIB. Sebagian dari mereka nampak tengah berdiri di depan lobi gedung, sementara lainnya masuk ke dalam gedung. Menurut agenda, mereka akan menghadang unjuk rasa yang digelar oleh Komite Penyelamat Asset Negara. Mereka berunjuk rasa untuk mendukung pemerintah segera menyita Gedung Granadi dari Yayasan Supersemar.

    "Gedung Granadi merupakan salah satu monumen hasil korupsi orba dimana yayasan pengumpul dana hasil KKN Orba berkantor," seperti dikutip dari undangan liputan yang tersebar sejak kemarin. Namun, menurut pantauan hingga pukul 11.00 massa tersebut belum datang.

    Simak: Gedung Granadi Disita, Begini Awal Mula Kasus Yayasan Supersemar

    Aksi unjuk rasa oleh dua massa tersebut merupakan buntut penyitaan gedung milik keluarga Cendana itu oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Hal ini merupakan tindak lanjut dari putusan Mahkamah Agung (MA) atas gugatan Kejaksaan Agung terhadap Yayasan Supersemar milik Keluarga Cendana. Dalam putusannya, MA mewajibkan Yayasan Supersemar milik keluarga Soeharto membayar Rp 4,4 triliun atas penyelewengan dana beasiswa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.