Kapolri Tito Karnavian Minta Humas Polri Redam Isu Buruk Polisi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Tito Karnavian. TEMPO/Subekti

    Kapolri Jenderal Tito Karnavian. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian meminta jajaran Divisi Hubungan Masyarakat Porli hingga Polres untuk meredam isu negatif yang berkaitan dengan kepolisian. Menurut dia, hal ini perlu dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi.

    Baca: Tito Karnavian: Sekitar 200.000 Anggota Polri Belum Punya Rumah

    "Redam isu-isu negatif dan tonjolkan informasi positif Polri untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat," ujar Tito dalam Konsolidasi Divisi Humas Polri, Senin, 17 Desember 2018.

    Tito mengatakan kepercayaan publik bisa diraih dengan memberikan informasi inspiratif dari personil kepolisian. Seperti, kata dia, cerita anggota Polri yang membuat perpustakaan keliling, membantu para penyeberang jalan, serta terlibat dalam penanggulangan bencana.

    Tito juga meminta Divisi Humas untuk menyebarkan prestasi dan terobosan Polri. Misalnya, soal anggota yang berprestasi. Dengan kabar baik ini, kata Tito, akan lebih mudah untuk mendapatkan kepercayaan publik.

    Menurut Tito, saat ini kepercayaan publik terhadap kepolisian sangat dipengaruhi oleh survei integritas dari beberapa lembaga. Padahal, kata dia, integritas adalah sesuatu yang sulit untuk diukur. Tito berpendapat jika masih banyak anggota Polri yang berintegritas tinggi.

    Selain itu, Tito meminta agar Divisi Humas lebih proaktif dalam menyebarkan informasi, dengan meriset seluruh informasi dari daerah, untuk dibagikan ke media.

    Simak: Tito Karnavian Sebut Tunjangan Kinerja Polri untuk Cegah Korupsi

    Hal ini, kata Tito Karnavian, juga akan memposisikan Humas Polri yang memanajemeni informasi yang berkembang. "Jangan polisi yang didikte oleh media, tapi polisi yang mendikte media," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.