Gerilya Kubu Prabowo Gerogoti Suara Jokowi di Jawa Tengah

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wapres Sandiaga Uno mengunjungi pabrik bulu mata PT Rosa Sejahtera Eyelashes di Purbalingga. Foto : Tim Sandiaga Uno

    Calon Wapres Sandiaga Uno mengunjungi pabrik bulu mata PT Rosa Sejahtera Eyelashes di Purbalingga. Foto : Tim Sandiaga Uno

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden Sandiaga Uno ikut berbaur dengan pekerja di pabrik bulu mata PT Rosa Sejahtera Eyelashes di Purbalingga, Jawa Tengah, Sabtu, 15 Desember 2018. Pasangan Prabowo Subianto itu pun mencoba membuat bulu mata yang lagi tren saat ini.

    Baca juga: Pindahkan Markas ke Jateng, Kubu Prabowo Targetkan Ungguli Jokowi

    Susah ya pak?" tanya salah satu karyawan.

    "Gak-gak, saya orangnya pantang menyerah," jawab Sandi.

    Kunjungan Sandiaga Uno ke Jawa Tengah itu dilanjutkan pada hari ini ke Semarang. Sandiaga rajin bergerilya di Jawa Tengah lantaran kubunya ingin memetik kemenangan di wilayah yang selama ini terkenal sebagai lumbung suara untuk lawannya, sang petahana Joko Widodo atau Jokowi.

    Niat Sandiaga ini sebelumnya dilontarkan Direktur Materi Debat Badan Pemenangan Nasional Prabowo - Sandiaga Sudirman Said. Menurut Sudirman Said Jawa Tengah merupakan provinsi penting yang harus dimenangkan pasangan Prabowo - Sandiaga.

    "Kemenangan di Jateng besar pengaruhnya secara nasional," kata Sudirman melalui keterangan tertulis yang diterima Tempo pada Ahad, 9 Desember 2018.

    Sudirman lantas menyinggung perolehan suaranya di pemilihan gubernur Jawa Tengah 2018 April lalu. Kata dia, suara 41,23 persen yang didapatnya merupakan modal yang perlu dijaga dan dipertahankan untuk kemenangan pasangan calon jagoannya itu.

    Baca juga: Romi PPP Sebut Rencana Prabowo Pindah Markas ke Jateng Gimmick

    Markas Pemenangan di Solo

    Salah satu ruang di markas pemenangan Prabowo-Sandi di Klodran, Karanganyar. Markas tersebut. Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan capres Prabowo Subianto- Sandiaga Uno akan memindah markasnya dari Jakarta menuju Jawa Tengah. TEMPO/Rafiq

    Untuk mewujudkan keinginan itu, markas Badan Pemenangan pun bakal dipindahkan ke Jawa Tengah. Markas itu rencananya bakal dipusatkan di Solo. Tempo berkunjung ke gedung yang bakal dijadikan markas Prabowo itu.

    Bangunan seluas 6.000 meter persegi itu merupakan bekas toko swalayan yang berada di Klodran, Colomadu, Kabupaten Karanganyar. "Milik salah satu kader Gerindra yang dipinjamkan," kata Joko Kanigoro, yang merupakan teman dekat Juru bicara BPN Prabowo - Sandi Ferry Juliantono saat ditemui Kamis lalu, 13 Desember 2018.

    Dia menyebut gedung itu bisa digunakan untuk menggelar pertemuan yang menghadirkan ribuan orang. Sebagian lahan masih terbuka sehingga bisa digunakan untuk parkir kendaraan.

    Saat Tempo memasuki gedung itu, sebagian ruangan memang sudah terlihat bersih dan sering digunakan. Sedangkan sebagian lagi masih dipenuhi etalase dan rak. "Tapi semua akan segera dibersihkan dan dirombak sesuai kebutuhan," kata Joko.

    Wilayah Banteng

    Presiden Joko Widodo didampingi Menteri BUMN Rini Soemarno, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Dirut Jasa Marga Desi Arryani, Dirjen Bina Marga Sugiyartanto dan Bupati Ngawi Budi Sulistyono meninjau Tol Solo-Ngawi segmen Sragen-Ngawi seusai peresmian di Rest Area KM 538, Sragen, Jawa Tengah, Rabu 28 Novemebr 2018. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    Jawa Tengah selama ini dikenal sebagai markas Banteng alias milik partai berkuasa saat ini, PDI Perjuangan. Dalam pemilihan presiden 2014 lalu, Jokowi yang diusung PDIP menang telak dengan perolehan 66,65 persen suara. Adapun Prabowo yang saat itu berpasangan dengan Hatta Rajasa hanya mendapat 33,35 persen suara.

    PDIP meraih suara 24,5 peren suara di Jawa Tengah. Perolehan ini paling tinggi ketimbang partai lainnya.

    Meski demikian, kubu Prabowo tetap optimistis Jawa Tengah bisa mereka rebut. Tim Prabowo mendasarkan pada peroleh suara Sudirman Said - Ida Fauziah saat Pilkada beberapa waktu lalu.

    Pasangan yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa, Gerindra, PAN, dan PKS itu memperoleh 41,22 persen. Adapun lawannya Ganjar Pranowo - Taj Yasin mendapat 58,78 persen suara. Hasil ini di luar perkiraan sebelumnya yang menyebut Ganjar - Yasin bakal unggul di atas 70 persen.

    Peneliti Lingkar Survei Indonesia (LSI) Denny JA Ardian Sopa mengatakan tidak banyak keuntungan yang akan didapatkan pasangan Prabowo - Sandiaga Uno dengan memindahkan markas Badan Pemenangan Nasional (BPN) ke Provinsi Jawa Tengah. "Sebuah kesalahan menyamakan Pilpres dengan Pilgub, menggeneralisir pengalaman sebelumnya untuk dipakai sekarang," kata Ardian kepada Tempo, Ahad 16 Desember 2018.

    Baca juga: Begini Penampakan Calon Markas Kubu Prabowo di Solo, Jawa Tengah

    Ardian menilai strategi kubu Prabowo ini riskan karena membutuhkan energi yang cukup besar untuk dapat mengalihkan suara masyarakat Jawa Tengah yang selama ini dikenal sebagai pendukung Jokowi. Menurut Ardian, akan lebih sulit memindahkan preferensi suara seseorang yang sudah memilih pasangan calon, ketimbang orang-orang yang belum menentukan atau massa mengambang.

    Strategi yang digunakan untuk menembus pertahanan lawan pun, kata Ardia, harus luar biasa. Ia mengatakan setidaknya harus ada terobosan baru yang ditawarkan Prabowo untuk menggantikan figur Jokowi yang sudah sangat kuat di Jawa Tengah. "Kalau itu tidak terpenuhi agak susah untuk mengubah pilihan masyarakat Jawa Tengah."

     ANDITA RAHMA | DEWI NURITA | AHMAD RAFIQ| FIKRI ARIGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.