Bendera dan Baliho Partai Demokrat di Pekanbaru Dirusak

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono meninjau langsung lokasi tempat pemasangan bendera yang diturunkan dan dirusak di jalanan Pekanbaru, Riau. sumber istimewa.

    Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono meninjau langsung lokasi tempat pemasangan bendera yang diturunkan dan dirusak di jalanan Pekanbaru, Riau. sumber istimewa.

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Sejumlah bendera milik Partai Demokrat yang dipasang di jalanan kota Pekanbaru diturunkan dan dirusak. Baliho penyambutan kedatangan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY juga tak luput.

    Juru Bicara Partai Demokrat, Imelda Sari mengatakan peristiwa itu terjadi Sabtu dini hari, 15 Desember 2018. "Ada ribuan bendera Demokrat yang diturunkan dan dirusak," ujarnya saat dihubungi Tempo, Sabtu, 15 Desember 2018.

    Baca: PAN dan Demokrat Bantah Pendukung Prabowo - Sandiaga Tak solid

    Menurut Imelda, Demokrat telah melaporkan peristiwa tersebut kepada Polre Pekanbaru. Polisi pun, kata dia, telah menangkap salah satu tersangka pelaku. "Dia mengaku ada 35 orang yang melakukan dan dibekali cutter," ujarnya.

    Baca: Tanggapi Cuitan SBY, PKS Mengaku Senasib dengan Partai Demokrat

    Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono meninjau langsung lokasi tempat pemasangan bendera yang diturunkan dan dirusak tersebut di tengah kunjungannya ke Pekanbaru sejak Jumat siang, 14 Desember 2018. Dia didampingi pengurus partai dari pusat dan daerah.

    Di jalanan, SBY memeriksa sendiri bendera Demokrat dan baliho yang rusak. "Ini menyayat hati. Ini ulah pihak-pihak tertentu atau masyarakat Riau, saudara kami, sudah berubah?," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.