Kereta Anjlok di Jatinegara, Penumpang Sempat Menumpuk di Gambir

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana kedatangan penumpang kereta api di Pintu Selatan Stasiun Gambir, Jakarta pada Ahad, 1 April 2018. TEMPO/M Yusuf Manurung

    Suasana kedatangan penumpang kereta api di Pintu Selatan Stasiun Gambir, Jakarta pada Ahad, 1 April 2018. TEMPO/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta —  Penumpukan penumpang terjadi di Stasiun Gambir hingga malam hari ini, Jumat, 14 Desember 2018. Penumpukan ini disebabkan terlambatnya kereta karena adanya kereta barang anjlok di Stasiun Jatinegara pada dinihari kemarin.

    Baca juga: Perjalanan Bandung - Jakarta Terganggu Akibat Kereta Kerja Anjlok

    Kepala Humas PT KAI Daerah Operasi I Jakarta Edy Kuswoyo mengatakan penumpukan penumpang memang sempat terjadi. "Memang berdampak, tapi tadi pagi semua sudah lancar," ujar Edy kepada Tempo, Jumat, 14 Desember 2018.

    Edy mengatakan penumpukan penumpang di Stasiun Gambir malam hari ini tak begitu lama. Hal itu, kata dia, disebabkan kereta datang terlambat akibat dampak KA barang anjlok sebelumnya. "Sempat menumpuk tapi sudah berangkat semua. Kereta terlambat 30 menit hingga satu jam," katanya.

    Menurut Edy, kereta terlambat karena jam berangkat yang sempat tertunda tadi pagi. Beberapa kereta, kata dia, memang terlambat karena menggunakan rangkaian kereta yang sama. "Berangkat dari Jakarta terlambat, balik lagi ke Jakarta juga terlambat jadinya," ucapnya.

    Simak juga: Kereta Anjlok di Manggarai, Penumpang Berlompatan dari KRL

    Sebelumnya, terjadi gangguan operasional yakni anjlok pada KA barang 2506 di emplasemen Stasiun Jatinegara pada Jumat dinihari pukul 01.36 WIB. Hal ini dapat teratasi pada pagi pukul 06.50.

    Kereta sudah dapat melintas lancar di lokasi tersebut. Meski demikian, kejadian kereta anjlok ini menyebabkan keterlambatan kereta baik KRL atau kereta api (KA) lain hari ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.