Jokowi: Dulu Banyak yang Sangsi Tol dari Bakauheni ke Aceh

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) menceritakan pengalaman masa kecilnya disela-sela peluncuran buku

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) menceritakan pengalaman masa kecilnya disela-sela peluncuran buku "Jokowi Menuju Cahaya" di Jakarta, Rabu, 13 Desember 2018. Buku autobiografi itu merupakan karya Alberthiene Endah. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meresmikan pembangunan jalan Tol Aceh ruas Banda Aceh-Sigli sepanjang 74 kilometer yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional pada Jumat, 14 Desember 2018.

    Baca juga: Jokowi - Ma'ruf Targetkan Kemenangan Minimal 60 Persen di Aceh

    Selain itu, Jokowi juga meresmikan jembatan layang Simpang Surabaya, masjid at-Taqarrub Pidie Jaya, Masjid IAI Al Aziziyah Samalanga dan KEK Arun Lhokseumawe.

    Peresmian pembangunan Jalan tol ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Presiden Jokowi bersama Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah serta Menteri dari kementerian terkait di kawasan Blang Bintang, Jumat sore 14 Desember 2018. Peresmian tersebut menandai dimulainya pembangunan tol pertama di Aceh.

    Jokowi menyebutkan, banyak yang menyangsikan ambisi pemerintah membangun tol Trans Sumatera bakal terlaksana. Saat pembangunan yang dimulai dari Lampung yaitu di Bakauheni ke Terbanggi Besar, orang bertanya keseriusan proyek ambisius tersebut.

    “Tol Lampung dari Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 148 kilometer insya Allah akhir Desember ini akan kita resmikan," kata Jokowi. Selanjutnya, pembangunan dari Bakauheni ke Palembang yaitu sepanjang 350 kilometer kata Jokowi, akan dimulai pembangunannya pada April 2019.

    "Ini bukan sesuatu yang dulu kita bayangkan, demikian juga dari Bakauheni sampai titik Nol di Aceh ini juga banyak yang menyangsikan," ujar Jokowi

    Presiden meyakini, dengan kerja keras dari Kementerian PUPR, BUMN, Gubernur, Bupati, dan Walikota yang juga memiliki kewenangan yang sama untuk menyelesaikan Tol, maka di tahun 2024 nanti dari Bakauheni sampai ke Aceh akan tersambung.

    "Tapi tentu butuh dorongan dari Gubernur, Bupati dan Wali kota sehingga pembebasan lahan bisa selesai, karena setiap pembangunan jalan tol problemnya ada di pembebasan lahan," kata Jokowi

    Jika semua mau bekerja dengan pengalaman-pengalaman pembebasan lahan seperti dari Bakauheni sampai Palembang, permasalahan pembebasan lahan bisa diselesaikan.

    Baca juga: Jokowi Resmikan Proyek-Proyek Strategis Nasional di Aceh

    Jokowi juga menyampaikan bahwa Pemerintah pusat telah menyetujui KEK Arun Lhokseumawe. Untuk itu, Jokowi meminta agar kawasan tersebut dapat dikembangkan. "Intinya izin sudah saya berikan, jadi tinggal pelaksanaan di lapangan. Jangan sampai sudah ada KEK tapi investor tidak masuk, investasi tidak ada, ini gak ada artinya," kata Jokowi.

    Sementara itu, Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengaku optimis terhadap masa depan pembangunan Aceh, hal ini karena kuatnya dukungan Pemerintah pusat bagi pengembangan di Aceh.

    Terbukti, dari tahun ke tahun anggaran pembangunan nasional untuk Aceh terus meningkat. Besarnya anggaran tersebut menyertai hadirnya sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) di Aceh, sehingga mendorong percepatan pembangunan di daerah ini.

    “Atas nama Pemerintah dan seluruh rakyat Aceh, kami sangat bersyukur dan menyampaikan terimakasih kepada Bapak Presiden atas kehadiran proyek-proyek strategis nasional di Aceh,” kata Nova.

    Nova menyampaikan, total bidang tanah yang sudah dilakukan pembayaran saat ini sebanyak 144 bidang tanah dari total bidang 3.586 atau seluas 55,34 hektar, dengan total luas lahan 755,2 hektar di mana total realisasi dana talangan oleh Hutama Karya sebesar Rp.17,56 miliar.

    Dengan terlaksananya pembayaran seluas 55,34 hektar tersebut, pihak pelaksana konstruksi dapat segera mengerjakan pembangunan jalan TOL sepanjang 6,92 kilometer di 2 kecamatan, yakni Blang Bintang dan kecamatan Montasik.

    Kehadiran tol Aceh kata Nova, merupakan lompatan besar bagi percepatan pembangunan Aceh, sehingga program pengembangan dan investasi serta peningkatan kesejahteraan rakyat lebih cepat terwujud.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.