Eril Dardak Meninggal, ITB Sampaikan Duka Cita

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Eril Dardak. instagram.com/@emildardak

    Eril Dardak. instagram.com/@emildardak

    TEMPO.CO, Bandung - Eril Arioristanto Dardak atau Eril Dardak, adik kandung dari Bupati Trenggalek, Emil Dardak ditemukan meninggal di kamar kosnya di Kosan Kartifah, Jalan Dago Asri I No 24 Kota Bandung, Jawa Barat pada Rabu, 12 Desember 2018.

    Baca: PAN: Eril Dardak, Anak Muda yang Wakafkan Diri di Jalan Politik

    Institus Teknologi Bandung, kampus tempat Eril menuntut ilmu menyampaikan duka cita atas berpulangnya Eril. "Atas nama rektor, pimpinan dan segenap civitas akademika ITB turut berduka cita atas meninggalnya Eril Ariosristanto," kata Kepala Sub Direktorat Humas dan Publikasi ITB Fivien Nur Savitri pada Kamis, 13 Desember 2018.

    Eril adalah mahasiswa Sarjana Teknik Kelautan ITB angkatan tahun 2015. "Semoga almarhum mendapat tempat mulia di sisi-Nya," kata Fivien.

    Jasad Eril Dardak ditemukan pertama kali oleh petugas kebersihan kamar kos. Dari yang dihimpun, di atas wajah Eril, terdapat plastik yang menutupi wajahnya.

    Baca: Adik Emil Dardak yang Meninggal Caleg Unggulan PAN di Jawa Timur

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung Ajun Komisaris Besar M Rifai mengatakan pihak Inafis Polrestabes Bandung sudah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Polisi, kata dia, tidak menemukan adanya indikasi kekerasan pada tubuh Eril. "Untuk hasil visum, tidak ditemukan tanda kekerasan," ujarnya.

    Namun hingga saat ini, belum diketahui penyebab pasti kematian Eril. Pihak keluarga enggan melakukan otopsi terhadap jasadnya. Saat ini, jenazah Eril sudah dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

    Eril Dardak juga diketahui sebagai caleg PAN dari daerah pemilihan Jawa Timur VII, yang meliputi Ngawi, Magetan, Pacitan, Ponorogo, dan Trenggalek. Dia tercatat sebagai caleg dengan nomor urut 1.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.