Soal Obor Rakyat, Timses Jokowi Tak Akan Perkarakan La Nyalla

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • La Nyalla Mattaliti. Dok.TEMPO/Ilham Fikri

    La Nyalla Mattaliti. Dok.TEMPO/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Ma'ruf, Erick Thohir mengatakan dirinya tidak akan melaporkan eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mataliti berkaitan dengan pengakuannya sebagai penyebar tabloid Obor Rakyat di Jawa Timur.

    Erick menilai pernyataan dari La Nyalla yang meminta maaf secara langsung kepada Jokowi itu ikhlas diungkapkan dari hati nurani. Ia pun menyebut Indonesia membutuhkan banyak sosok seperti La Nyalla yang dapat berkata jujur.

    Baca: Timses Jokowi Tak Akan Perkarakan La Nyalla, Asalkan...

    "Saya menghormati bang Nyalla, beliau itu teman saya juga. Alhamdulillah dia menyuarakan hati nuraninya, kebenarannya," kata Erick ditemui selepas acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Direktorat Hukum dan Advokasi TKN, di Hotel Acacia, Jakarta Pusat, Kamis, 13 Desember 2018.

    La Nyalla sebelumnya blak-blakan mengaku bahwa dirinya yang menyebarkan tabloid Obor Rakyat di Jawa Timur. Dalam tabloid itu pernah dimuat soal tuduhan Jokowi terkait dengan PKI dan keturunan Cina. Mantan Ketua Umum PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) itu mengaku telah meminta maaf kepada Presiden Jokowi atas perbuatannya tersebut. "Saya sudah minta maaf ke Pak Jokowi. Saya datang ke beliau, saya minta maaf bahwa saya yang isukan Pak Jokowi PKI," ujar La Nyalla saat ditemui di kediaman Ma'ruf Amin, Selasa, 11 Desember 2018.

    Selain itu, La Nyalla mengaku pernah memfitnah Jokowi beragama Kristen dan keturunan Cina. "Saya yang sebarkan Obor di Jawa Timur dan Madura," ujarnya.

    Baca: 4 Pernyataan Kontroversi La Nyalla yang Menyerang Prabowo

    Menurut Erick, pengakuan La Nyalla ini penting karena memberikan fakta yang benar kepada masyarakat. Ia mengatakan tidak akan membawa perkara ini ke ranah hukum karena kedua pihak sudah menyelesaikan masalah secara kekeluargaan yang berarti Jokowi sudah memaafkan La Nyalla.

    Adapun Sekretaris Jenderal TKN, Hasto Kristiyanto mengatakan dirinya berharap dengan pengakuan La Nyalla itu maka tidak ada lagi fitnah yang dilakukan. Selain dari pengakuan La Nyalla, kata Hasto, soal Obor Rakyat sudah pernah diakui oleh Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy yang pernah berada di sisi Prabowo Subianto pada Pilpres 2014 lalu. Tabloid itu disebut disebarkan secara sadar oleh tim kampanye Prabowo kala itu.

    Senada dengan Erick, Hasto mengatakan mengapresiasi langkah La Nyalla mengakui perbuatannya. Ia mengatakan La Nyalla pun kini sudah ada di pihaknya mendukung Jokowi-Ma'ruf. "Toh Pak La Nyalla akhirnya mendukung pak Jokowi," kata politikus PDIP.

    Baca: La Nyalla, Obor Rakyat dan Isu Jokowi PKI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban, Tersangka, Barang Bukti, dan Lokasi Kerusuhan 22 Mei 2019

    Kerusuhan 22 Mei 2019 di Ibu Kota bermula dari unjuk rasa penolakan hasil pilpres 2019 di depan gedung Bawaslu, Jakarta, sejak sehari sebelumnya.