Polisi Masih Menyelidiki Penyebab Kematian Adik Emil Dardak

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Eril Dardak. instagram.com/@emildardak

    Eril Dardak. instagram.com/@emildardak

    TEMPO.CO, Bandung - Kepolisian Resor Kota Besar Bandung masih terus melakukan penyelidikan terkait kematian Eril Ariorisanto Dardak. Adik Bupati Trenggalek Emil Dardak itu ditemukan meninggal di kamar indekosnya, di Jalan Dago Asri 1 Nomor 24, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Rabu, 12 Desember 2018.

    Baca: Adik Emil Dardak Ditemukan Meninggal di Kamar Kos di Bandung

    "Ini kami lagi mendalami ya. Kami masih olah TKP (tempat kejadian perkara) dan terus mendalami," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polrestabes Bandung, Ajun Komisaris Besar M. Rifai kepada Tempo, Kamis, 13 Desember 2018.

    Menurut Rifai, polisi menemui kendala dalam melakukan penyelidikan terhadap penyebab kematian mahasiswa jurusan Teknik Kelautan, Institut Teknologi Bandung (ITB) ini. Sebab, keluarga Emil tidak mengizinkan polisi melakukan autopsi.

    "Ini masih terus berjalan meskipun keluarga tidak berkenan dilakukan autopsi. Sebetulnya autopsi kan penting dilakukan untuk mengetahui penyebab meninggalnya," katanya.

    Baca: Caleg, Adik Emil Dardak Tewas dengan Wajah Tertutup Plastik

    Rifai memahami keputusan keluarga Eril Dardak tidak mengizinkan polisi melakukan autopsi. "Ya, namanya autopsi kan dibelah semua. Yang namanya orang tua enggak mau anaknya dibelah-belah seperti itu. Ya, secara emosional seperti itu," ujarnya.

    Rifai menuturkan, hingga saat ini polisi belum bisa memastikan penyebab kematian Eril Dardak. Saat ditemukan, korban dalam keadaan terkunci di dalam kamar kosnya.

    Menurut Rifai, saat ditemukan, bagian wajah korban tertutup plastik. Tapi letak plastik itu tidak dalam posisi mencekik bagian leher korban. "Hanya menutupi saja," ujarnya.

    "Kami lagi olah TKP (tempat kejadian perkara) tapi yang jelas plastik itu bukan alat yang digunakan untuk menyiksa korban atau korban meninggal dunia disebabkan plastik itu," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?