4 Pernyataan Kontroversi La Nyalla yang Menyerang Prabowo

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prabowo Subianto dan La Nyalla Mattalitti. Dok. Tempo

    Prabowo Subianto dan La Nyalla Mattalitti. Dok. Tempo

    3. Tantang Prabowo Salat dan Mengaji

    La Nyalla menantang Prabowo adu salat dan mengaji dengan Jokowi, untuk membuktikan bahwa calon presiden inkumben itu tidak anti-Islam. Dia juga mengklaim bahwa Jokowi lebih hebat dari Prabowo urusan beragama.

    Baca: Kata Gerindra Soal Tantangan Adu Salat La Nyalla ke Prabowo

    "Pak Jokowi berani mimpin salat. Pak Prabowo berani disuruh mimpin salat? Enggak berani. Ayo kita uji keislamannya Pak Prabowo. Suruh Pak Prabowo baca Al-Fatihah, Al-Ikhlas, baca bacaan salat. Kita semua jadi saksi," ujar La Nyalla di kediaman Ma'ruf Amin, Selasa, 11 Desember 2018.

    Menanggapi tantangan tersebut, juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahean menilai tantangan tersebut tidak relevan dengan ajang pemilihan presiden 2019. Sebab, ujar dia, pilpres, seharusnya menguji kapasitas seorang pemimpin dalam mengurus negara, pengetahuan tata negara, dan menguji program para pasangan calon. "Ini yang harus jadi topik. Jangan kita jadikan pilpres ini jadi ajang lomba salat atau lomba mengaji," ujar Ferdinand saat dihubungi Tempo pada Rabu, 12 Desember 2018.

    4. Jamin Prabowo Kalah di Madura

    La Nyalla mengatakan, dirinya akan mati-matian memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin di pilpres 2019 untuk daerah Jawa Timur, khususnya di Madura. "Potong leher saya, kalau Prabowo bisa menang di Madura," ujar La Nyalla saat ditemui di kediaman Ma'ruf Amin pada Selasa, 11 Desember 2018.


    Eks Kader Gerindra La Nyalla Mattalitti blak-blakan mengakui bahwa dirinya pernah menyebarkan isu Presiden Joko Widodo atau Jokowi simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI) pada pemilu 2014 silam, saat ditemui di kediaman Ma'ruf Amin, Selasa, 11 Desember 2018. TEMPO/Dewi Nurita

    Pada 2014, Prabowo yang saat itu berpasangan dengan Hatta Rajasa menang telak di Madura, Jawa Timur dengan meraup 79 persen suara, sedangkan pasangan Jokowi-JK hanya meraup 21 persen suara di pulau yang dihuni empat kabupaten, yaitu Bangkalan, Pamekasan, Sampang, dan Sumenep.

    Baca: La Nyalla: Potong Leher Saya Kalau Prabowo Menang di Madura

    Menurut La Nyalla, dulu Prabowo menang di Madura karena termakan isu Jokowi simpatisan PKI yang pernah disebarkan oleh dirinya sendiri lewat Obor Rakyat. "Jadwal orang Madura itu paling sensitif, paling enggak mau dibilang ini bukan agama Islam," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.