Sudirman Said: Jawa Tengah Tak Boleh Dikangkangi Kelompok Korupsi

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Materi dan Debat, Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Uno, Sudirman Said,  di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat pada Sabtu, 1 Desember 2018. (Andita Rahma)

    Direktur Materi dan Debat, Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Uno, Sudirman Said, di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat pada Sabtu, 1 Desember 2018. (Andita Rahma)

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Materi Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandi, Sudirman Said, mengatakan pihaknya tak ingin provinsi Jawa Tengah didominasi oleh kelompok yang menyebarluaskan praktek korupsi. Tanpa menyebut nama partai secara spesifik, ia berujar 21 dari 35 Kabupaten Kota yang ada di Jawa Tengah terlibat korupsi, 15 di antaranya berasal dari satu partai politik.

    Baca: PDIP: Suara Sudirman Said Tak Jadi Cerminan Prabowo di Pilpres

    "Dan kami tak ingin ini terjadi. Tidak boleh Jawa Tengah itu terus dikangkangi oleh satu kelompok yang menyebarluaskan praktek korupsi," kata Sudirman di hotel Ambhara, Jakarta Selatan, Rabu, 12 Desember 2018.

    Sebelumnya, Sudirman mengatakan BPN berencana memindahkan markas pemenangan Prabowo - Sandi di Jawa Tengah pada Januari 2019. Menurut dia, pemindahan markas itu berkaca pada pemilihan gubernur 2018 yang ia ikuti bersama Ida Fauziyah beberapa bulan lalu.

    Dalam pilkada Jawa Tengah itu, pasangan Sudirman - Ida mendapat presentase suara 41,22 persen, kalah dengan pasangan Ganjar Pranowo - Taj Yasin yang mendapat presentase suara 58,78 persen. Meskipun kalah, Sudirman optimistis dapat menggaet suara lebih besar di Jawa Tengah pada pilpres 2019.

    "Tidak benar kalau Jawa Tengah didominasi warna tertentu, karena ternyata dengan pendekatan yang kemarin (kampanye pilkada) tidak maksimal, saya dihambat sana-sini, dicurangi, ditekan, disabotase, dihadang di jalan, (perolehan suara) 42% masih. Itu artinya masyarakat Jawa Tengah mau berubah," ujar dia.

    Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Ma'ruf sekaligus Sekretaris PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengatakan rencana pemindahan markas BPN ke Jawa Tengah adalah blunder. Menurut dia, pemindahan tersebut justru menggelorakan semangat juang 'die-hard' PDIP dan parpol koalisi pendukung Jokowi - Ma'ruf di Jawa Tengah.

    “Rencana Sandi tersebut justru menjadi blunder. Sebab seluruh elemen pendukung Jokowi-KH Maruf Amin justru semakin solid bersatu dan meningkatkan target pilpres dari 75% menjadi 80%," kata Hasto dalam siaran persnya, Senin, 10 Desember 2018.

    Simak berita tentang Sudirman Said hanya di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.