Insiden Polsek Ciracas, Kompolnas Sarankan Ini ke Polri dan TNI

Reporter

Anggota polisi melintas di pelataran Polsek Ciracas yang dibakar oleh sejumlah oknum pada dini hari tadi di Polsek Ciracas, Jakarta Timur, Rabu 12 Desember 2018. Kebaran tersebut akibat adanya penyerangan oknum yang hingga kini belum diketahui identitasnya. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Andrea H. Poeloengan mengatakan Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto harus lebih keras lagi dalam membumikan sinergitas antar anggota anggota TNI dan Polri. Andrea menyampaikan hal itu menyusul terjadinya insiden pembakaran kantor Polsek Ciracas, Jakarta Timur, pada Selasa malam, 11 Desember 2018.

Baca: Polisi Bentuk Tim Gabungan Usut Pembakaran Polsek Ciracas

"Khususnya hingga ke anggota yang berpangkat paling bawah," kata Andrea seperti dikutip dari keterangan pers yang diterima Tempo, Rabu, 12 Desember 2018.

Insiden pembakaran diduga berawal dari cekcok dan penggeroyokan terhadap anggota TNI AL, Kapten Komaruddin, 47 tahun, oleh juru parkir di depan minimarket Arundina pada Senin, 10 Desember 2018.

Menurut Andrea, insiden di Polsek Ciracas ini mencerminkan hukum bukan lagi sebagai panglima di negeri ini. "Ini membahayakan keutuhan NKRI," ujarnya.

Selanjutnya, kata dia, penegakan hukum harus diikuti dengan pemulihan hubungan interpersonal antar pelaku dan korban yang terlibat dalam pengerusakan Polsek Ciracas. Ia menegaskan, seluruh pelaku harus ditindak secara hukum.

Baca: Pembakaran Polsek Ciracas, Polisi Buru 3 Pengeroyok TNI AL

Walaupun kejadian ini masih diduga pelakunya adalah oknum-oknum berseragam TNI, Andrea menjelaskan, hal ini sudah merupakan sinyal mendesak bahwa TAP MPR NO VII/2000 Pasal 3 ayat 4 poin a serta UU TNI NO 34 Tahun 2004 Pasal 65 ayat 2 yang menyatakan bahwa prajurit TNI tunduk kepada kekuasaan peradilan militer dalam pelanggaran hukum militer dan tunduk kepada kekuasaan peradilan umum dalam hal pelanggaran hukum pidana umum. "Hal ini yang sampai sekarang salah satu amanah reformasi TNI belum pernah bisa dijalankan," tuturnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa, meskipun ada UU Nomor 31 Tahun 197 tentang peradilan militer, akan tetapi jika dihubungkan perintah Undang-Undang 34 Tahun 2004 juga harus diimbangi dengan pendewasaan personel TNI sebagai subjek hukum dan pendewasan personel Polri sebagai penegak hukum.

"Adanya aturan tentang pemberdayaan peradilan sipil bagi anggota TNI dalam hal pelanggaran pidana nonmiliter, jangan sampai membuka ruang potensi konflik baru, antara TNI dengan Polri, sebagai akibat dari proses penegakan hukum oleh Polri terhadap anggota TNI yang diduga melakukan perbuatan yang memenuhi unsur delik pidana," dia menjelaskan.

Baca: Cerita Tukang Nasi Rames Menjelang Pembakaran Polsek Ciracas

Namun, untuk saat ini, dia menegaskan, yang terpenting adalah pemulihan pelayanan di Polsek Ciracas. "Ayo gotong-royong kita bantu pulihkan pelayanan Polsek Ciracas," ujarnya.

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Idham Azis meminta Polsek Ciracas, disterilkan dan dibersihkan dari puing-puing akibat dirusak massa pada Selasa malam hingga Rabu dinihari. "Disterilisasikan dan dibersihkan, kemudian pelayanan masyarakat bisa berjalan seperti biasa," kata Idham Azis di Jakarta, Rabu, 12 Desember 2018.

Idham juga memerintahkan tujuh tahanan di Polsek Ciracas dievakuasi ke Rumah Tahanan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

FRANCISCA CHRISTY ROSANA






Anak Muda Jangan Tawuran dan Narkoba, Main Tinju Saja, Polres Cilandak Buka Sasana

1 hari lalu

Anak Muda Jangan Tawuran dan Narkoba, Main Tinju Saja, Polres Cilandak Buka Sasana

Polsek Cilandak menyediakan sasana tinju bagi anak muda guna mencegah pemakaian narkoba dan tawuran serta mampu mencetak prestasi di wilayahnya.


Kompol Chuck Putranto hingga AKBP Jerry Siagian Ajukan Banding, Polri Siapkan Perangkat Pimpinan Sidang

1 hari lalu

Kompol Chuck Putranto hingga AKBP Jerry Siagian Ajukan Banding, Polri Siapkan Perangkat Pimpinan Sidang

Polri sedang menyusun perangkat pimpinan Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) Banding untuk empat pelanggar yang memori bandingnya telah diterima


Lagi, Polisi Gandeng Mahasiswa Bagi Bantuan Beras, Ringankan setelah Harga BBM Naik

2 hari lalu

Lagi, Polisi Gandeng Mahasiswa Bagi Bantuan Beras, Ringankan setelah Harga BBM Naik

Polsek Tanjung Duren membagikan bantuan beras kepada puluhan pengemudi bajaj yang ada di kawasan Jalan Kusuma I Wijaya Kusuma, Grogol Petamburan.


Keluarga Brigadir J Bantah Sudah Menyerah

8 hari lalu

Keluarga Brigadir J Bantah Sudah Menyerah

Ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat, disebut lelah karena terus menerus menjalani pemeriksaan oleh polisi.


Kompolnas Minta Polri Tuntaskan Sidang Etik Tersangka Obstruction of Justice

8 hari lalu

Kompolnas Minta Polri Tuntaskan Sidang Etik Tersangka Obstruction of Justice

Kompolnas mengharapkan Polri menuntaskan sidang pelanggaran etik berat terhadap tersangka obstruction of justice yang masih menyisakan tiga orang


Brigjen Hendra Kurniawan Akan Jalani Sidang Etik Pekan Depan, Ini Detail Perannya

11 hari lalu

Brigjen Hendra Kurniawan Akan Jalani Sidang Etik Pekan Depan, Ini Detail Perannya

Pekan depan Brigjen Hendra Kurniawan akan menjalanj sidang etik. Berikut merupakan BAP Hendra Kurniawan yang terjerat dalam kasus pembunuhan Brigadir J alias Yosua Nofriansyah Hutabarat.


Pria Madiun Ditangkap, Kompolnas: Agar Tak Ada yang Ikut-ikutan Bantu Bjorka

12 hari lalu

Pria Madiun Ditangkap, Kompolnas: Agar Tak Ada yang Ikut-ikutan Bantu Bjorka

Kompolnas mengatakan penangkapan pria Madiun yang jual akun telegram Bjorka adalah langkah polisi agar tak ada lagi yang ikut-ikutan peretas itu.


Atap Ambruk Masjid Tanjak Senilai Rp 40 Miliar, Baru 3 Bulan Diresmikan Airlangga Hartarto

19 hari lalu

Atap Ambruk Masjid Tanjak Senilai Rp 40 Miliar, Baru 3 Bulan Diresmikan Airlangga Hartarto

Pada 8 September 2022, plafon Masjid Tanjak di Batam ambruk. Padahal baru 3 bulan lalu diresmikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Kok bisa?


Ferdy Sambo Diperiksa dengan Lie Detector, Kompolnas: Alatnya Buatan AS Tersertifikasi Internasional

21 hari lalu

Ferdy Sambo Diperiksa dengan Lie Detector, Kompolnas: Alatnya Buatan AS Tersertifikasi Internasional

Kompolnas mengatakan alat uji kebohongan atau lie detector yang digunakan dalam pemeriksaan Ferdy Sambo hari ini sudah tersertifikasi internasional.


Kompolnas Sebut Gaya Hidup Polisi Sudah Jadi Masalah Kultural Sejak Orde Baru

24 hari lalu

Kompolnas Sebut Gaya Hidup Polisi Sudah Jadi Masalah Kultural Sejak Orde Baru

Kompolnas mengatakan, gaya hidup mewah polisi sudah dilarang sejak era mantan Kapolri Jenderal Idham Azis melalui Telegram Rahasia.