Menteri Jokowi Tanggapi Enteng Pemindahan Markas Kubu Prabowo

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (ketiga kiri) didampingi Setkab Pramono Anung (tengah) menerima pengurus Dewan Adat Melayu Riau di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 4 Desember 2018. Gelar tersebut artinya Jokowi merupakan seorang yang besar atau petinggi yang berseri-seri, bercahaya, dan memegang amanah negara. ANTARA/Wahyu Putro A

    Presiden Jokowi (ketiga kiri) didampingi Setkab Pramono Anung (tengah) menerima pengurus Dewan Adat Melayu Riau di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 4 Desember 2018. Gelar tersebut artinya Jokowi merupakan seorang yang besar atau petinggi yang berseri-seri, bercahaya, dan memegang amanah negara. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Kabinet Pramono Anung menanggapi enteng rencana pemindahan markas Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan calon presiden Prabowo Subianto ke Jawa Tengah. Menurut dia, langkah itu ibarat membuat ketua tim sukses Prabowo-Sandiaga, Djoko Santoso, yang berasal dari Solo, Jawa Tengah, pulang kampung.

    Baca: Pernyataan La Nyalla, Kubu Prabowo: Biang Fitnah Dukung Jokowi

    "Kalau beliau kemudian berkantor di Solo sebenarnya semata-mata seperti pulang kampung saja. Baik-baik saja," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 12 Desember 2018.

    Ia berkelakar jika markas BPN Prabowo-Sandiaga pindah ke Jawa Tengah maka akan menguntungkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. "Selain pulang kampung, kalau menurut saya, jagain Pak Jokowi juga mungkin," tuturnya.

    Sebelumnya, Kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ingin memecah perolehan suara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Jawa Tengah. Juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Ferdinand Hutahaean, mengatakan upaya pemindahan markas ini agar jagoan mereka bisa memenangi pemilihan presiden 2019. Secara spesifik, politikus Partai Demokrat ini membeberkan target perolehan suara Prabowo-Sandiaga di Jawa Tengah adalah 35-40 persen.

    Adapun Direktur Materi dan Debat BPN Prabowo-Sandiaga, Sudirman Said, mengatakan pemindahan itu akan dilakukan per Januari 2019. Ia menyebut Jawa Tengah merupakan provinsi penting yang harus dimenangkan pasangan Prabowo-Sandiaga. "Kemenangan di Jateng besar pengaruhnya secara nasional," ujarnya, Ahad, 9 Desember 2018.

    Baca: Kata Gerindra Soal Tantangan Adu Salat La Nyalla ke Prabowo

    Terkait elektabilitas antara Jokowi dan Prabowo, kata Pramono, dari hasil survei sejumlah lembaga cenderung menunjukan posisi yang relatif stagnan. Meski kampanye terlah berjalan hampir dua bulan, perbedaan elektabilitas kedua calon presiden 2019 itu tidak ada perubahan yang berarti.

    "Dengan demikian belum ada dalam kampanye Pilpres ini mengalami element of surprise yang mengubah suara pemilih. Swing voters dan angkanya masih sama," tuturnya.

    Meski tujuan pemindahan markas Prabowo-Sandiaga ini untuk memecah suara PDIP, Pramono meyakini hal itu tidak akan berdampak signifikan dengan secara perolehan suara nasional nanti. "Pilpres itu kan one man one vote, semua orang diperhitungkan," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?