BNPB Jelaskan Fenomena Gunung Semeru Bertopi

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menuturkan Gunung Semeru pagi itu tertutup awan jenis letikularis atau altocumulus lenticularis yang terjadi akibat adanya pusaran angin di puncak, sehingga membentuk topi. twitter.com/Sutopo_PN

    Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menuturkan Gunung Semeru pagi itu tertutup awan jenis letikularis atau altocumulus lenticularis yang terjadi akibat adanya pusaran angin di puncak, sehingga membentuk topi. twitter.com/Sutopo_PN

    TEMPO.CO, Jakarta - Puncak Gunung Semeru mengalami fenomena unik. Gunung yang kerap disebut puncak para dewa itu tertutup awan melingkar menyerupai topi.

    Baca: Gunung Semeru Bertopi, dan 4 Fakta Menarik di Kawasan Ini

    Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan fenomena itu terjadi karena puncak gunung tertutup awan altocumulus lenticularis. Jenis awan itu terbentuk lantaran turbulensi atau pusaran angin di puncak gunung. "Membentuk awan seolah Sang Gunung Bertopi," kata dia dikutip dari laman instagramnya @sutopopurwo.

    Sutopo menuturkan peristiwa itu merupakan fenomena biasa dan pernah terjadi pada puncak gunung lainnya. Hal tersebut tergantung dinamika atmosfer lokal. "Tidak usah dikaitkan dengan hal mistis, musibah, kejadian politik atau jodoh seret," kata dia.

    Namun, Sutopo mewanti-wanti turbulensi di puncak gunung menandakan adanya pusaran angin yang kencang. Hal itu berbahaya bagi pendaki karena mengakibatkan suhu yang amat dingin.

    Baca juga: Menikmati Mekar Bunga Verbana di Oro-oro Ombo Gunung Semeru

    Sutopo berseloroh fenomena tersebut lebih cocok menjadi latar untuk foto sebelum pernikahan atau prawedding. Dia menilai foto dengan latar Mahameru bertopi lebih indah, daripada foto pernikahan di semak belukar. "Rawan digigit ular," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.