Tolak Bicara Politik di Masjid, Sandiaga Uno Mengajak Bershalawat

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden Sandiaga Uno melihat poster bernada penolakan terhadap dirinya saat berkampanye di Labuhanbatu, Sumatera Utara, Selasa, 11 Desember 2018. Foto: Istimewa

    Calon wakil presiden Sandiaga Uno melihat poster bernada penolakan terhadap dirinya saat berkampanye di Labuhanbatu, Sumatera Utara, Selasa, 11 Desember 2018. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Asahan -Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno menolak memberikan pidato politik saat menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad dan Tabligh Akbar di Masjid Al-Jihad, Jalan Dr. Setiabudi, Selawan, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

    Untuk menyiasatinya, Sandiaga Uno mengajak peserta acara untuk berhshalawat.

    Baca : Cerita Sandiaga Disuruh Pulang Pedagang di Pasar Kota Pinang

    Sandiaga saat itu diminta berpidato oleh peserta acara, namun ia menjelaskan peraturan Pemilu tidak memperkenankan para kandidat untuk melakukan kegiatan bermuatan kampanye di tempat tertentu, salah satunya yakni rumah peribadatan.

    "Saya tidak boleh bicara di tempat ibadah karena tidak diperbolehkan undang-undang. Mari kita bersholawat dan memohon doa agar kesulitan kita dalam menjalankan aktifitas dipermudah," ucap Sandiaga, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Tempo Selasa 11 Desember 2018.

    Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerindra, sekaligus panitia acara, Gus Irawan, mengatakan dirinya mengalami kesulitan untuk menggelar acara di Kabupaten Asahan. Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia ini mengaku beberapa kali terkendala terkait perizinan tempat untuk acara Tabligh Akbar tersebut. Menurutnya ia sudah tiga kali berganti tempat sampai akhirnya menemukan Masjid Al-Jihad ini.

    Sebelumnya Masjid Raya dipilih pertama kali sebagai lokasi acara, namun izin tak dapat diberikan dan merek diarahkan ke Gedung Serbaguna Kisaran. Namun setelah melakukan pembayaran, menurut Irawan tiba-tiba dibatalkan secara sepihak oleh Pemerintah Kabupaten Kisaran, mereka pun disarankan ke Lapangan Hoki. Tapi dengan alasan yang tak diketahui, lagi-lagi izinnya terganjal.

    "Tapi akhirnya Masjid Al-Jihad ini, menyambut positif," kata dia.

    Simak pula :
    La Nyalla Akui Sebar Obor Rakyat, Gerindra: Harusnya Dia Ditangkap

    Selepas acara, Sandiaga mengaku berbesar hati dan menerima dengan bijaksana kondisi sulitnya menggelar acara silaturahmi dengan masyarakat Asahan. Untuk alasan itu, kata Sandiaga, ia mengajak peserta acara untuk bersholawat, selain karena memang ia tak diperkenankan berbicara politik di areal masjid.

    Sandiaga Uno diketahui sudah dua hari berada di Sumatera Utara untuk mengikuti Safari Maulid Nabi di daerah Mandailing, Natal, Tapanuli Selatan, dan Padang Sidempuan dan Kabupaten Asahan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.