Penyebab Aktivis Kecewa JK Tidak Temui Korban HAM yang Berdemo

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK) melantik 1.994 orang calon Muda Praja menjadi Muda Praja IPDN, di Lapangan Parade Abdi Praja, Jatinangor, Sumedang, Jumat, 2 Nopember 2018. (dok Pemprov Jabar)

TEMPO.CO, Jakarta - Deputi Koordinator KontraS (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan), Putri Kanesia kecewa dengan sikap Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang tak menemui korban kasus pelanggaran HAM saat mereka berdemo di depan Kantor Komnas, Jakarta Pusat, 11 Desember 2018.

"JK bahkan tidak menghampiri Ibu Sumarsih, keluarga korban Semanggi I yang juga turut aksi bersama kami," kata Putri kepada Tempo.

Baca : ILR Sebut Perlindungan HAM Era SBY Lebih Baik ketimbang Era Jokowi

Sejumlah aktivis dan korban pelanggaran HAM berat masa lalu mengadakan aksi unjuk rasa di depan kantor Komnas HAM, saat acara perayaan Hari HAM Internasional berlangsung. Acara tersebut turut dihadiri JK dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Peserta unjuk rasa di antaranya para aktivis dari KontraS, LBH Jakarta, YLBHI, dan Amnesty International. Adapun keluarga korban yang ikut berunjuk rasa selain Sumarsih adalah Budi Pego, aktivis penolak tambang yang dipenjara karena demo menggunakan spanduk palu-arit di Banyuwangi.

Setelah acara peringatan HAM selesai, Jusuf Kalla (JK) keluar dari lokasi acara menuju mobilnya. Sebelum pergi, JK sempat maju ke depan mobilnya. Ia melihat para pendemo, kemudian hanya melambaikan tangan kepada mereka.

Putri mengatakan, para aktivis dan keluarga korban HAM masa lalu kecewa karena Presiden Joko Widodo juga tidak hadir di Komnas HAM. Selain itu, yang membuatnya makin kecewa adalah sikap aparat yang menghalangi aksi unjuk rasa tersebut.

Simak juga :
Soal Penuntasan Kasus-kasus HAM Masa Lalu, Moeldoko: Perlu Kesabaran

"Paahal kami hanya aksi damai ingin menyampaikan kegelisahan, karena kasus pelanggaran HAM berat yang juga masuk dalam agenda Nawacita pemerintah Jokowi-Kalla tidak satupun diselesaikan," kata dia.

Menurut Putri, para aktivis dan keluarga korban tidak ingin kehadiran Jokowi dalam perayaan Hari HAM sedunia itu hanya dijadikan gimmick politik atau pencitraan menjelang pemilihan presiden 2019. Karena itu, tuntutan para peserta unjuk rasa adalah meminta Jokowi-Kalla menyelesaikan kasus pelanggaran HAM berat sebelum masa jabatannya berakhir.






Tim Penyelesaian Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu Gelar Rapat Perdana di Surabaya

3 jam lalu

Tim Penyelesaian Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu Gelar Rapat Perdana di Surabaya

Mahfud Md menegaskan tim penyelesaian pelanggaran HAM berat masa lalu tidak ada kaitan dengan politik kekinian. Ini murni tugas negara.


Penyintas Petrus Sebut Kepres Nomor 17 Tahun 2022 Sulit Diterima Nalar

5 jam lalu

Penyintas Petrus Sebut Kepres Nomor 17 Tahun 2022 Sulit Diterima Nalar

Seorang pria yang mengaku target pembunuhan misterius atau Petrus di era Soeharto mengkritik terbitnya Kepres Nomor 17 tahun 2022.


Mahfud Md Menyebut Tim Penyelesaian Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu Segera Bertugas

5 jam lalu

Mahfud Md Menyebut Tim Penyelesaian Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu Segera Bertugas

Tim Penyelesaian Pelanggaran HAM Berat (PPHAM) masa lalu yang dipimpin Makarim Wibisono menggelar rapat pertamanya di Surabaya.


Akademisi dan Amnesty International Minta Kejaksaan Gelar Penyelidikan Lanjutan Kasus Brigadir J

2 hari lalu

Akademisi dan Amnesty International Minta Kejaksaan Gelar Penyelidikan Lanjutan Kasus Brigadir J

Komnas HAM dinilai perlu mengoptimalkan wewenangnya dalam penyelidikan pro justitia atas kasus pembunuhan Brigadir J.


Arti dan Sejarah Hari Bahasa Isyarat Internasional

2 hari lalu

Arti dan Sejarah Hari Bahasa Isyarat Internasional

Peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional hari ini mengacu pada hari pembentukan World Federation of The Deaf.


Berat Sebelah Mengadili Pelanggar HAM Berat

3 hari lalu

Berat Sebelah Mengadili Pelanggar HAM Berat

Pengadilan perkara dugaan pelanggaran HAM berat Paniai, Papua, dimulai.


Keluarga Brigadir J Bantah Sudah Menyerah

4 hari lalu

Keluarga Brigadir J Bantah Sudah Menyerah

Ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat, disebut lelah karena terus menerus menjalani pemeriksaan oleh polisi.


6 Temuan Komnas HAM di Kasus Mutilasi Mimika

4 hari lalu

6 Temuan Komnas HAM di Kasus Mutilasi Mimika

Komnas HAM mengumumkan temuan awal dalam penyelidikan kasus mutilasi 4 warga sipil di Mimika, Papua.


Cerita Komnas HAM Saat Wawancara dengan Pelaku Mutilasi di Mimika

4 hari lalu

Cerita Komnas HAM Saat Wawancara dengan Pelaku Mutilasi di Mimika

Anam bersama timnya melakukan wawancara dalam rangka penyelidikan Komnas HAM di kasus yang menewaskan 4 warga sipil ini.


Komnas HAM Desak TNI Pecat Anggotanya yang Terlibat Kasus Mutilasi di Mimika

5 hari lalu

Komnas HAM Desak TNI Pecat Anggotanya yang Terlibat Kasus Mutilasi di Mimika

Komnas HAM mendorong pendalaman kasus mutilasi di Mimika, Papua ini dengan pendekatan scientific crime investigation khususnya terkait jejak digital.