JK Hanya Lambaikan Tangan pada Pengunjuk Rasa Hari HAM Sedunia

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa dari Front Perjuangan Rakyat (FPR) membawa poster tuntutan saat menggelar aksi memperingati Hari HAM Sedunia di depan Kedubes AS, Jakarta, Senin 10 Desember 2018.  TEMPO/Subekti

    Massa dari Front Perjuangan Rakyat (FPR) membawa poster tuntutan saat menggelar aksi memperingati Hari HAM Sedunia di depan Kedubes AS, Jakarta, Senin 10 Desember 2018. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta- Sekelompok massa berunjuk rasa di depan kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Jakarta Pusat, Selasa, 11 Desember 2018. Unjuk rasa digelar bertepatan dengan acara peringatan Hari HAM Internasional ke-70 yang dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla alias JK.

    Massa menuntut Presiden Joko Widodo atau Jokowi segera menuntaskan sejumlah kasus pelanggaran HAM, salah satunya kasus Novel Baswedan, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi, yang wajahnya disiram air keras oleh orang tak dikenal.

    Baca: Hari HAM, Konflik Agraria Imbas Proyek Infrastruktur Jadi Sorotan

    Setelah acara peringatan Hari HAM selesai, JK keluar dari kantor Komnas HAM menuju kendaraanya. Sebelum pergi, JK sempat maju ke depan mobilnya. Ia melihat para pendemo, kemudian melambaikan tangan kepada mereka. "Pak JK, Pak JK," kata salah satu pendemo yang dijaga aparat kepolisian.

    Pendemo lainnya berteriak, "Jangan diam! Lawan! Hidup korban." Ada juga pendemo yang menyerukan rezim pengecut. Tanpa berbincang dengan pendemo, JK pun naik ke mobilnya. Dari Komnas HAM, JK segera menuju Kementerian Hukum dan HAM untuk menghadiri acara peringatan yang sama.

    Simak: Hari HAM Sedunia, Agus Widjojo: Indonesia Belum Siap Rekonsiliasi

    Peringatan Hari HAM sedunia di Kantor Komnas HAM semestinya dihadiri Jokowi, namun akhirnya diwakilkan oleh JK. "Sekali lagi Presiden minta maaf karena kesibukan tertentu sehingga tidak bisa menghadiri," kata JK dalam sambutannya.

    JK menuturkan semestinya ia menghadiri agenda peringatan Hari HAM sedunia di Kementerian Hukum dan HAM. Namun, ia diminta Jokowi untuk memprioritaskan agenda di Komnas HAM. "Presiden minta lebih baik Komnas HAM dibanding saya ke ini (Kementerian Hukum dan HAM), bagaimana penghormatan kita terhadap Komnas sehingga yang mengisi di Kementerian Hukum dan HAM hanya menterinya," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.