MPR Minta Aparat Usut Tercecernya E-KTP di Duren Sawit

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua MPR RI Mahyudin usai Sosialisasi Empat Pilar MPR di Batu Kajang, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Senin, 10 Desember 2018.

    Wakil Ketua MPR RI Mahyudin usai Sosialisasi Empat Pilar MPR di Batu Kajang, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Senin, 10 Desember 2018.

    INFO NASIONAL - Sekitar 1.706 kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP ditemukan tercecer di Duren Sawit, Jakarta Timur. Menyikapi hal itu, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Mahyudin meminta pihak aparat untuk mengusutnya.

    "Itu (tercecernya ribuan e-KTP) aneh," kata Mahyudin usai Sosialisasi Empat Pilar MPR di Batu Kajang, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Senin, 10 Desember 2018.

    Ditemukannya e-KTP di Duren Sawit bukan lah kasus pertama. Sebelumnya, warga Serang dan Bogor juga dikejutkan dengan kasus serupa serta jumlahnya ribuan.

    "Kita tidak mau menuduh apakah tercecernya e-KTP itu berkaitan dengan pemilu, dengan DPT. Saya kira diusut saja. Gubernur juga sudah turun tangan. Usut siapa yang membuang, kenapa sampai tercecer, " ucapnya.

    Menurut Mahyudin, pihak yang terlibat dalam kasus tercecernya e-KTP ini harus ditindak tegas. "Kalau memang ada pejabat yang terlibat ,harus ditindak dengan tegas. Dalam situasi seperti sekarang ini, saya kira penanganan kasus e-KTP harus hati-hati karena bisa memecah belah bangsa kita," ujarnya.

    Mahyudin menduga ada unsur kesengajaan dalam kasus ini. "Kita tidak tahu siapa yang membuang atau membuat KTP elektronik itu tercecer. Kalau, menurut saya, mungkin saja ada unsur-unsur kesengajaan dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab," tuturnya.

    "Karena itu, tercecernya e-KTP ini harus diusut, siapa yang membuang, siapa yang membuat tercecer. Kalau tercecer,  artinya tidak sengaja. Namun, kalau dibuang, artinya disengaja. Jadi bisa disengaja bisa juga tidak. Ini perlu disidik," katanya.  (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.