Jaringan Gusdurian Terima Asia Democracy and Human Rights Award

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alissa Wahid berorasi pada acara Malam Solidaritas Jogja Ilang Roso Tribute to Our Sisters di depan Gedung Agung Yogyakarta, Ahad malam, 10 Mei 2015. TEMPO/Shinta Maharani

    Alissa Wahid berorasi pada acara Malam Solidaritas Jogja Ilang Roso Tribute to Our Sisters di depan Gedung Agung Yogyakarta, Ahad malam, 10 Mei 2015. TEMPO/Shinta Maharani

    TEMPO.CO, Jakarta - Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian (JGD) Alissa Qotrunnada Munawaroh alias Alissa Wahid menyampaikan bahwa jaringannya telah mendapat anugerah Asia Democracy and Human Rights Award 2018 dari The Taiwan Foundation for Democracy (TFD).

    Dari keterangan Alissa, TFD memandang Jaringan Gusdurian telah bekerja untuk mempromosikan dialog antaragama, multikulturalisme, konsolidasi masyarakat sipil, toleransi, demokrasi dan hak asasi manusia.

    Baca: Jaringan Gusdurian: Penyerangan Tokoh Agama Tak Berdiri Sendiri

    "Penghargaan ini diberikan secara langsung oleh Presiden Republik Cina Taiwan, ibu Tsai Ing-wen," kata Alissa dalam keterangan persnya, Senin, 10 Desember 2018.

    Dengan berpegang pada 9 nilai utama Gus Dur, kata Alissa, JGD tak kenal lelah berjuang untuk bebebasan beragama, hak minoritas dan toleransi beragama. Ia juga berujar jaringannya telah dinilai melakukan intervensi yang berarti pada masalah diskriminasi di Indonesia dengan membela mereka yang menjadi korban.

    "Jaringan Gusdurian juga menjadi salah satu organisasi terkemuka dalam memerangi radikalisme dan intoleransi di Indonesia, termasuk mengurangi dan mengurangi potensi konflik komunal di negeri yang penuh dengan keragaman agama dan etnis," kata Alissa.

    Baca: Gusdurian: Kelompok Pengagum Pikiran Gus Dur yang Tak Berpolitik

    Alissa mengaku bangga dan bersyukur atas penghargaan tersebut. Menurut dia, penghargaan itu merupakan tanda bahwa pekerjaan Jaringan Gusdurian diapresiasi dunia internasional.

    "Bagi kami, penghargaan ini merupakan cambuk keras agar kami tak berhenti dan terus bekerja. Perjuangan untuk menegakkan HAM tidak boleh berhenti hanya dengan sebuah award," kata Alissa.

    Baca: Alissa Wahid Mengklarifikasi Isu Perpecahan Gusdurian


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.