Pilpres 2019 Memanas, SBY Cerita Saat Menghadapi Megawati

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden 2009-2014, Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati Soekarno Putri bersalaman sebelum pengundian nomor urut Pilpres, di  Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, (30/5). Foto : TEMPO/Imam Sukamto

    Calon Presiden 2009-2014, Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati Soekarno Putri bersalaman sebelum pengundian nomor urut Pilpres, di Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, (30/5). Foto : TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY memaklumi situasi politik masa kampanye pilpres 2019 yang dinilai sebagian pihak mulai terasa memanas.

    Baca: Makan Bubur Zaenal, SBY Berpesan Soal Silaturahmi dan Politik

    Namun menurut SBY, situasi politik di masa kampanye ini masih dalam batas wajar dan tak ada yang perlu dirisaukan. "Biasa kan kalau pemilu di mana-mana memang seperti memanas," ujar SBY di sela makan di angkringan di Yogyakarta, Senin, 10 Desember 2018.

    SBY mengatakan, para elit, pemimpin partai, termasuk dua calon presiden yang bertarung, yakni Joko Widodo atau Jokowi dan Prabowo Subianto sangat paham batas dalam kampanye agar situasi bangsa tak sampai keruh.

    Dia juga menilai sah-sah saja pemilu berjalan keras dan alot. Namun ia berharap kepentingan rakyat dan bangsa tetap menjadi prioritas dan dijaga semua pihak. Sebab, kata SBY, jika politik terlalu gaduh juga tidak baik.

    Baca: Hari Guru, AHY Ungkit Cerita SBY Angkat Honorer Jadi PNS

    "Bisa, kok. Dulu waktu pemilu 2004, waktu saya berkompetisi dengan Ibu Megawati juga keras, bahkan juga dengan Pak Amien Rais, Pak Wiranto, dan Pak Hamzah Haz. Lalu tahun 2009 saya juga berhadapan lagi dengan Ibu Megawati, Pak JK (Jusuf Kalla) juga keras," ujar SBY.

    "Tapi kan pada prinsipnya saat itu (kompetisi) tidak melebihi kepatutannya, " SBY menambahkan.

    SBY pun berharap situasi pemilu 2004 dan 2009 yang terjaga baik itu juga bisa diterapkan pada pemilu 2019. "Semoga Pak Jokowi dan Prabowo juga tak melebihi kepatutannya. Insya Allah pemilu nanti bisa damai, jujur, dan adil, peacefull, free dan fair," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.