Jokowi Bingung Bisa Diterpa Isu Kriminalisasi Ulama

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengikuti gerakan senam di halaman Grand Garden Cafe Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Ahad, 9 Desember 2018. Jokowi mengenakan jaket dan celana hitam saat mengikuti senam. TEMPO/Friski Riana

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengikuti gerakan senam di halaman Grand Garden Cafe Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Ahad, 9 Desember 2018. Jokowi mengenakan jaket dan celana hitam saat mengikuti senam. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi mengaku bingung bisa diterpa isu mengkriminalisasi ulama. Ia pun heran kenapa isu ini bisa keluar, padahal ia sudah memilih Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presidennya.

    Baca: Jokowi Minta Tim Bravo 5 Siapkan Isu Balasan ke Kubu Prabowo

    Ma’ruf Amin, kata Jokowi, bukan ulama sembarangan. Jokowi mengandaikan, dalam tingkatan ulama, Ma’ruf dapat digolongkan sebagai ulama dengan tingkat paling tinggi. Jokowi mengatakan jabatan Ma’ruf sebagai ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjadi buktinya. Karena itu ia heran isu kriminalisasi ulama masih bisa menerpa dirinya.

    “Kok, isu-isu seperti ini masih berani keluar,” ujar Jokowi dalam acara Pembekalan Tim Bravo 5 di Putri Duyung Cottage, Ancol, Jakarta Utara, Senin 10 Desember 2018. Bravo 5 adalah tim relawan pendukung pasangan Jokowi - Ma'ruf di pilpres 2019.

    Alasan lain kenapa isu tersebut aneh, kata Jokowi, karena dirinya setiap hari menyambangi pondok pesantren untuk menemui ulama dan Kiai. Ia mengatakan jika persoalannya adalah ada ulama yang tersandung urusan hukum, maka hal itu tak dapat digolongkan sebagai kriminalisasi. Bahkan gubernur, tutur dia, bila bermasalah dengan hukum perlu diadili.

    Baca: Jokowi Arahkan Relawan Bravo 5 Sambangi Rakyat Door to Door

    “Ini hal-hal yang enggak logis, tapi diangkat angkat terus. Rakyat di bawah yang informasinya tidak lengkap bisa percaya itu sebagai sebuah kebenaran,” ujar Jokowi.

    Jokowi pun meminta Bravo 5 untuk menjelaskan kepada masyarakat secara door to door meluruskan isu tersebut. Ia meminta Bravo 5 menjelaskan secara gamblang dengan alasan yang sama yang telah ia kemukakan. “To the point aja ke rakyat, jelaskan, kenapa ini ada masalah? Ya, karena punya masalah hukum,” ucap dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.