KPK Tetapkan 3 Tersangka Korupsi Pembangunan Gedung IPDN

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa mantan Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Sekjen Kemendagri, Dudy Jocom menjawab pertanyaan wartawan setelah menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Senin, 6 Agustus 2018. Dudy Jocom diperiksa untuk pengembangan penyidikan kasus korupsi proyek pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan konstruksi pembangunan Gedung Kampus IPDN di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat pada tahun 2011 dengan pagu anggaran sebesar Rp 127,8 miliar. TEMPO/Imam Sukamto

    Terdakwa mantan Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Sekjen Kemendagri, Dudy Jocom menjawab pertanyaan wartawan setelah menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Senin, 6 Agustus 2018. Dudy Jocom diperiksa untuk pengembangan penyidikan kasus korupsi proyek pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan konstruksi pembangunan Gedung Kampus IPDN di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat pada tahun 2011 dengan pagu anggaran sebesar Rp 127,8 miliar. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan suap pembangunan gedung IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri) di Sulawesi Selatan dan Utara. Ketiganya adalah Kepala Divisi I PT Waskita Karya Adi Wibowo dan Kepala Divisi Konstruksi VI PT Adhi Karya Dono Purwoko, dan pejabat kementerian Dalam Negeri Dudy Jocom.

    Baca juga: Korupsi Pembangunan IPDN, KPK Tahan Bekas Pejabat Kemendagri

    Dudy sebelumnya telah divonis 4 tahun pejara dan denda Rp 100 juta subsider 1 bulan kurungan dalam kasus yang sama.

    "Setelah menemukan bukti permulaan yang cukup, KPK meningkatkan ke tahap penyidikan dan menetapkan Dudy Jocom sebagai tersangka," ujar wakil ketua KPK, Alexander Mawarta di kantornya, Senin 10 Desember 2018.

    Alex mengatakan, diduga Dudy Jocom telah melakukan kesepakatan terlebih dahulu terkait lelang pembangunan gedung IPDN di Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan pada 2010.

    Alex menyebutkan dalam kesepaktan tersebut diduga Dudy meminta imbalan proyek sebesar 7 persen dengan pembangunan IPDN Sulawesi Selatan dikerjakan oleh PT Waskita dan IPDN Sulawesi Utara oleh PT Adhi Karya

    Menurut Alex dari imbalan proyek tersebut kerugian negara mencapai Rp 22 miliar. Rinciannya Rp 11,18 miliar untuk Gedung IPDN Sulawesi Selatan dan Rp 9,3 juta untuk pembangunan IPDN Sulawesi Utara.

    Baca juga: KPK Periksa 42 Saksi Korupsi Pembangunan Gedung IPDN

    Akibat perbuatannya, Pasal 2 ayat (1) atau Pasal Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

    Alex mengatakan sebelumnya Dudy sudah divonis empat tahun penjara dalam kasus yang sama, yaitu suap pembangunan kampus IPDN di Sumatera Barat dan Riau.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.