Jokowi: Kemajuan Teknologi Harus Diimbangi dengan Standar Moral

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi mengikuti gerakan senam tera di halaman Grand Garden Cafe Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Ahad, 9 Desember 2018. TEMPO/Friski Riana

    Presiden Jokowi mengikuti gerakan senam tera di halaman Grand Garden Cafe Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Ahad, 9 Desember 2018. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan saat ini banyak konten negatif yang tersebar seiring perkembangan teknologi informasi digital. Menurut dia, cara mengatasi konten tersebut tidak cukup dengan mengandalkan regulasi dan penegakan hukum.

    Baca juga: Kongres Kebudayaan, Jokowi Singgung ...

    Jokowi menjelaskan yang paling penting dalam menyikapi kemajuan teknologi informasi adalah mengimbanginya dengan standar moral. "Sekali lagi, kemajuan teknologi informasi digital yang sangat cepat harus diimbangi dengan standar moral dan etika yang tinggi dari penggunaannya," katanya saat meresmikan pembukaan Konvensi Nasional Humas 4.0 di Istana Negara, Jakarta, Senin, 10 Desember 2018.

    Mantan gubernur DKI Jakarta ini menuturkan terkadang penyebaran konten negatif ini sengaja dilakukan untuk membangkitkan rasa takut, pesimistis, dan kecemasan. Sebabnya masyarakat perlu pula mendapat pengetahuan dan keterampilan terkait teknologi informasi digital

    "Yang diperlukan adalah literasi digital sehingga warga masyarakat tidak hanya mampu menggunakan teknologi informasi digital, tapi juga warga masyarakat mampu memilih dan memilah informasi, mampu melakukan kroscek, mampu melakukan klarifikasi, jika menerima sebuah informasi," ujarnya.

    Baca juga: Sikap Jokowi Terhadap Pemberantasan Korupsi Menuai Kritik ...

    Di tengah kondisi banyaknya konten negatif, Jokowi mengapresiasi keberadaan tenaga-tenaga humas baik di lembaga negara atau perusahaan swasta. Humas, kata dia, bisa membangun reputasi lembaga atau perusahaannya dan menjaga kepercayaan masyarakat saat informasi palsu merebak.

    "Kami prihatin munculnya konten-konten negatif, berita provokatif, adu domba, kabar bohong yang akhir-akhir ini banyak sekali kita lihat. Jelas-jelas tidak mengindahkan etika dalam menyampaikan informasi," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarif Baru Ojek Online di Tiap Zonasi yang Berlaku 18 Juni 2019

    Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif baru ojek online berdasarkan pembagian zona. Kemehub mengefektifkan regulasi itu pada 18 Juni 2019.