DPRD Nduga, Bakal Cek Lokasi Penyerangan di Papua

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kedua kiri) didampingi Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto (kiri) berbincang dengan keluarga korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat serah terima jenazah di hanggar Avco Bandara Moses Kilangin Timika, Mimika, Papua, Jumat, 7 Desember 2018. Sebanyak sembilan jenazah korban penembakan KKB di Nduga diserahterimakan ke pihak keluarga. ANTARA

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kedua kiri) didampingi Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto (kiri) berbincang dengan keluarga korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat serah terima jenazah di hanggar Avco Bandara Moses Kilangin Timika, Mimika, Papua, Jumat, 7 Desember 2018. Sebanyak sembilan jenazah korban penembakan KKB di Nduga diserahterimakan ke pihak keluarga. ANTARA

    TEMPO.CO, Wamena - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Nduga, Papua, berencana mengunjungi lokasi penyerangan terhadap pekerja di Distrik Mbua, Yal, dan Yigi, untuk melihat situasi dan kondisi masyarakat sipil di sana. Bahkan, mereka juga ingin menyelamatkan para korban selamat dan masyarakat.

    Baca: Pigai Sebut Jokowi Sudah Diingatkan Potensi Konflik Trans Papua

    Anggota DPRD Nduga, Ikabus Gwijangge mengatakan, dari hasil diskusi dengan sejumlah anggota Dewan, diputuskan mereka bakal mengunjungi tempat tersebut. Dia menegaskan hal ini tidak terkait dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) atau polisi, maupun TNI. Tujuan Kami ke sana untuk menyelamatkan warga di sana," kata Ikabus Gwijangge.

    Ia mengungkapkan rencana tersebut timbul setelah mengetahui banyak warga di sana yang mengungsi ke hutan karena adanya tim gabungan yang tiba di sana untuk melakukan evakuasi. Hal itu membuat masyarakat di sana ketakutan.

    Menurut informasi dari masyarakat setempat, Ikabus Gwijangge mengatakan, dalam proses evakuasi itu, ada masyarakat sipil yang menjadi korban. "Bahkan, ada disampaikan jika kejadian proses evakuasi, warga menjadi korban. Di mana awalnya ada dua dan saya dengar lagi sudah ada enam yang jadi korban, bahkan ada penurunan sejenis bom, tetapi tidak meledak sehingga tidak tahu jenis apa yang diturunkan," tuturnya.

    Baca: Penyerangan di Papua, Nasib 5 Pekerja Istaka Karya Belum Jelas

    Menanggapi itu, Dandim 1702/Jayawijaya, Letnan Kolonel Infanteri Candra Dianto mengatakan, sejauh ini tidak ada operasi militer di Nduga terutama di lokasi kejadian. Alasannya, menurut dia, tim gabungan masih melakukan pencarian korban lain.

    “Untuk korban jiwa dari warga masyarakat sejauh ini belum ada laporan oleh tim evakuasi di lapangan. Untuk sementara tidak ada korban dari warga masyarakat, kecuali masyarakat yang merupakan karyawan yang ditembaki saat kejadian,” kata Dandim.

    Untuk warga yang mengungsi, Dandim mengaku kemungkinan hal itu terjadi akibat ketakutan, ada yang ke Wamena ada juga yang bersumbunyi di hutan.

    “Tetapi saat evakuasi bersama Danrem di lokasi, berhasil mengumpulkan dan menurunkan masyarakat yang mengungsi sehingga kini sudah kembali ke kampung masing-masing karena ada jaminan keamanan,” ujar Candra.

    TABLOID JUBI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.