Jabar Jadi Pionir Sertifikasi Kompetensi Pemerintahan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Iwa Karniwa membuka sertifikasi sertifikasi kompetensi pemerintahan bagi jabatan pimpinan tinggi pratama dan widyaiswara ahli utama di ballroom Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jabar,  Kota Cimahi, Sabtu , 8 Desember 2018.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Iwa Karniwa membuka sertifikasi sertifikasi kompetensi pemerintahan bagi jabatan pimpinan tinggi pratama dan widyaiswara ahli utama di ballroom Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jabar, Kota Cimahi, Sabtu , 8 Desember 2018.

    INFO JABAR - Provinsi Jawa Barat dipilih menjadi  pionir dalam penyelenggaraan sertifikasi kompetensi pemerintahan bagi jabatan pimpinan tinggi pratama dan widyaiswara ahli utama.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Iwa Karniwa membuka sertifikasi di ballroom Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jabar, Kota Cimahi, Sabtu, 8 Desember 2018.

    Sertifikasi digagas oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri, guna meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan profesionalisme penyelenggaraan pemerintahan.

    Sekda Iwa mengatakan, pihaknya memutuskan untuk mengajukan Jabar sebagai pilot projects mengingat Jabar sudah memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pemerintahan Dalam Negeri (PDN) dan juga lebih dari 20 orang tenaga asesor kompetensi berlisensi.

    "Sementara untuk tenaga asesor kompetensi, Alhamdulillah berdasarkan data dari BPSDM Provinsi Jabar ada sekitar 22 orang yang telah mendapat lisensi sebagai asesor kompetensi," katanya.

    Menurut Iwa, secara bertahap sertifikasi kompetensi juga akan diberlakukan pada seluruh pegawai di lingkungan pemerintah provinsi Jabar.

    "Kita programkan kegiatan sertifikasi ini juga akan menyasar para pejabat administrator dan pengawas di lingkungan pemerintah daerah provinsi Jabar, sehingga kedepan seluruh pegawai Jabar telah memiliki sertifikat kompetensi pemerintahan," ujarnya.

    Sekretaris BPSDM Kemendagri Dindin Wahidin mengatakan, sebelumnya pernah diadakan uji coba sertifikasi di beberapa daerah di Indonesia, namun akhirnya pihaknya memutuskan untuk menjadikan Jabar sebagai pionir.

    Menurutnya, sertifikasi ini penting sebagai bukti pengakuan legal formal akan kompetensi yang dimiliki individu sesuai dengan standar kompetensi yang disyaratkan dalam suatu pekerjaan atau jabatan tertentu.

    "Nantinya ini menjadi sertifikat pengakuan untuk jabatan tertentu. (Sertifikat ini) Juga jadi kemudahan dalam pemilihan dan pengangkatan jabatan pegawai," ujarnya.

    Pada kesempatan ini, sebanyak 30 orang peserta, terdiri dari pejabat eselon 2 mengikuti sertifikasi. Seluruh peserta akan melalui tahapan tes portofolio, tes lisan dan demonstrasi melalui presentasi . (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.