Penyerangan di Papua, Nasib 5 Pekerja Istaka Karya Belum Jelas

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prajurit TNI bersiap menaiki helikopter menuju Nduga di Wamena, Papua, Rabu, 5 Desember 2018. Aparat gabungan terus berusaha mengatasi KKSB yang diduga telah menewaskan 19 karyawan PT Istika Karya saat melakukan pengerjaan jalur Trans Papua di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. ANTARA/Iwan Adisaputra

    Prajurit TNI bersiap menaiki helikopter menuju Nduga di Wamena, Papua, Rabu, 5 Desember 2018. Aparat gabungan terus berusaha mengatasi KKSB yang diduga telah menewaskan 19 karyawan PT Istika Karya saat melakukan pengerjaan jalur Trans Papua di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. ANTARA/Iwan Adisaputra

    TEMPO.CO, Jayapura - Tim gabungan TNI dan Polri masih melakukan pencarian terhadap lima karyawan PT Istaka Karya yang belum diketahui keberadaannya pascapenyerangan oleh kelompok bersenjata di Kabupaten Nduga, Papua pada Ahad pekan lalu.

    Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Papua Komisaris Besar Ahmad Kamal mengatakan, pencarian masih dilakukan karena hingga kini belum diketahui keberadaan kelima karyawan PT Istaka tersebut. "Mudah-mudahan kelima karyawan dapat ditemukan dalam keadaan selamat," kata dia pada Sabtu, 8 Desember 2018.

    Baca: Pigai Sebut Jokowi Sudah Diingatkan Potensi Konflik Trans Papua

    Lima karyawan yang belum diketahui nasibnya itu atas nama M. Ali Akbar, Petrus Ramli, Hardi Ali, Simon Tandi dan Riki Simanjuntak.

    Kamal mengatakan karyawan PT Istaka Karya yang berada di kamp di Distrik Yigi tercatat sebanyak 28 orang. Sebanyak 16 orang di antaranya meninggal dalam insiden tersebut, termasuk satu staf BBPJN Papua. Ada tujuh karyawan ditemukan selamat dan tiga di antaranya masih dirawat di RS Caritas Timika.

    Baca: Tokoh Agama Papua Minta Aparat Keamanan Lindungi Warga Sipil

    Selain tiga karyawan Istaka, tercatat satu anggota Brimob yang terluka dirawat di rumah sakit tersebut.

    Adapun nama-nama 16 jenazah korban penyerangan kelompok bersenjata di Distrik Yall, Kabupaten Nduga, yakni Agustinus T, Jepry Simaremare, Carly Zatrino, Alpianus M, Muh. Agus, Fais Syahputra, Yousafat, Aris Usi, Yusran, Dino Kondo, Markus Allo, Efrandy Hutagaol, Samuel Pakiding, Anugrah Tolu, Emanuel Beli Naikteas dan Daniel Karre.

    Penyerangan terhadap para pekerja yang membangun jebatan di Kali Yigi dan Kali Aurak, Nduga terjadi pada Ahad, 2 Desember 2018. Mereka disebut diserang oleh kelompok bersenjata pimpinan Egianus Kogoya dari sayap militer Organisasi Papua Merdeka.

    Baca: Lima Penyerangan Kelompok Bersenjata di Papua Setahun Terakhir


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.