Jumat, 14 Desember 2018

Anak Jokowi Bicara Politik: Harus Mapan Mental dan Ekonomi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Joko Widodo menggendong cucu mereka saat melakukan bincang pagi media di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Sabtu, 8 Desember 2018. Jokowi menggendong cucu pertamanya, Jan Ethes Sri Narendra dan Iriana menggendong Sedah Mirah. TEMPO/Friski Riana

    Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Joko Widodo menggendong cucu mereka saat melakukan bincang pagi media di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Sabtu, 8 Desember 2018. Jokowi menggendong cucu pertamanya, Jan Ethes Sri Narendra dan Iriana menggendong Sedah Mirah. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Bogor - Putra sulung Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, menyarankan kepada anak muda untuk memiliki pandangan politik ketimbang berpolitik.

    Baca: Jokowi Menakar Feeling Politik Anak dan Menantunya

    "Untuk anak-anak muda, tidak boleh ada yang apatis. Harus punya pandangan politik, tapi tidak boleh berpolitik," kata Gibran dalam bincang pagi media dengan keluarga Jokowi di Grand Garden Cafe Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 8 Desember 2018.

    Gibran mengatakan, anak muda yang ingin berpolitik harus mapan secara mental dan ekonomi terlebih dulu. Pasalnya, politik bisa menjadi sarana untuk menyentuh seluruh lapisan bawah masyarakat melalui kebijakan yang pro-rakyat.

    Baca: Cerita Gibran Enggan Gunakan Nama Belakang Jokowi

    Gibran pun menceritakan pengalamannya menjadi seorang pengusaha sejak 2010. Para pengusaha, kata dia, biasanya dituntut untuk menekuni program corporate social responsibility untuk menyentuh masyarakat bawah.

    "Tapi kalau dipikir-pikir sebesar apapun dana CSR itu, ratusan juta, miliaran rupiah, itu tidak akan menyentuh banyak orang. Jadi kalau pengin menyentuh banyak orang, ya, harus terjun ke dunia politik," katanya.

    Menurut Gibran, kesuksesan seorang pengusaha harus kembali ke masyarakat. "Jadi harus ada yang namanya pengabdian ke negara dan itu menurut saya sedekah. Menurut saya, pengusaha bisa jadi politikus, tapi politikus belum tentu bisa jadi pengusaha," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.